BNN Solo Temukan Puluhan Siswa Solo Diduga Terkena Narkoba

- 27 Februari 2026 | 17:46
IMG
Ilustrasi penyalahgunaan narkoba. (Dok. Istimewa)

Surakartaraya.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo mencatat sekitar 30 orang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo diduga terkena narkotika. 

Kasus tersebut bermula dari laporan sejumlah sekolah yang mendapati siswanya memiliki ciri seperti pengguna narkotika. 

Kepala BNN Kota Solo, Kombes Pol Ventie Bernard Musak mengatakan temuan kasus narkoba di kalangan siswa tersebut bermula dari adanya laporan dari sejumlah sekolah mengenai dugaan siswa terpapar narkotika. 

Atas laporan tersebut, BNNK Solo berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melaksanakan penanganan lebih lanjut.

“Kami temukan ada sekitar 30 orang siswa SMP di Solo terpapar narkotika. Temuan itu berdasarkan laporan masing-masing sekolah memberi laporan ke BNNK Surakarta,” ujar Ventie, Jumat (27/2).

Ia mengatakan mereka penyalahguna obat-obat berbahaya, obat-obat daftar G bahkan ada yang menggunakan jenis pil yang kandungan Thrihex dan ada alprazolam psikotropika. 

“Beberapa sekolah itu langsung meminta kita untuk melakukan penanganan awal," kata dia.

Atas aduan tersebut, kata dia, BNNK Solo melakukan penanganan termasuk rehabilitasi kepada puluhan siswa yang terindikasi terpapar.

"Kami datang ke sekolah untuk melakukan screening atau  Shield (Screening intervensi lapangan), kita mendatang siswa, kan kita mencari tahu bagaimana riwayat pengguna, jenis-jenis yang digunakan, sudah berapa lama, terus mereka berteman sama siapa,” katanya.

Dia mengatakan setelah melakukan asesmen. Dan melaksanakan rehab keliling. Itu dilakukan di beberapa sekolah yang ada siswa terpapar, ada yang sudah selesai dan ada yang masih berproses.

Ia menyebut ada berbagai jenis narkotika yang digunakan oleh para siswa yang terpapar termasuk obat terlarang golongan G serta tembakau sintetis.

"Jenis-jenisnya seperti ada obat daftar G, jenis misalnya Trihex, ada juga Alprazolam (psikotropika), terus juga ada tembakau sintetis," kata dia.

Disinggung terkait identifikasi awal dari pihak BNNK Solo mengenai awal terpaparnya siswa tersebut, Bernard menduga bermula dari lingkungan pergaulan di luar sekolah.

“Terpaparnya para siswa juga tak lain karena murahnya barang haram itu di kantong para siswa. Ini jadi perhatian orang tua agar mengawasi anaknya masing-masing terutama saat diluar sekolah,” pungkasnya. (IM)

 

Berita Terkait