Curabitur
Surakartaraya.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo mencatat sekitar 30 orang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo diduga terkena narkotika.
Kasus tersebut
bermula dari laporan sejumlah sekolah yang mendapati siswanya memiliki ciri
seperti pengguna narkotika.
Kepala BNN Kota
Solo, Kombes Pol Ventie Bernard Musak mengatakan temuan kasus narkoba di
kalangan siswa tersebut bermula dari adanya laporan dari sejumlah sekolah
mengenai dugaan siswa terpapar narkotika.
Atas laporan
tersebut, BNNK Solo berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melaksanakan
penanganan lebih lanjut.
“Kami temukan
ada sekitar 30 orang siswa SMP di Solo terpapar narkotika. Temuan itu
berdasarkan laporan masing-masing sekolah memberi laporan ke BNNK Surakarta,”
ujar Ventie, Jumat (27/2).
Ia mengatakan
mereka penyalahguna obat-obat berbahaya, obat-obat daftar G bahkan ada yang
menggunakan jenis pil yang kandungan Thrihex dan ada alprazolam
psikotropika.
“Beberapa
sekolah itu langsung meminta kita untuk melakukan penanganan awal," kata
dia.
Atas aduan
tersebut, kata dia, BNNK Solo melakukan penanganan termasuk rehabilitasi kepada
puluhan siswa yang terindikasi terpapar.
"Kami
datang ke sekolah untuk melakukan screening atau Shield (Screening
intervensi lapangan), kita mendatang siswa, kan kita mencari tahu bagaimana
riwayat pengguna, jenis-jenis yang digunakan, sudah berapa lama, terus mereka
berteman sama siapa,” katanya.
Dia mengatakan
setelah melakukan asesmen. Dan melaksanakan rehab keliling. Itu dilakukan di
beberapa sekolah yang ada siswa terpapar, ada yang sudah selesai dan ada yang
masih berproses.
Ia menyebut ada
berbagai jenis narkotika yang digunakan oleh para siswa yang terpapar termasuk
obat terlarang golongan G serta tembakau sintetis.
"Jenis-jenisnya seperti ada obat daftar G, jenis misalnya Trihex, ada juga Alprazolam (psikotropika), terus juga ada tembakau sintetis," kata dia.
Disinggung
terkait identifikasi awal dari pihak BNNK Solo mengenai awal terpaparnya siswa
tersebut, Bernard menduga bermula dari lingkungan pergaulan di luar sekolah.
“Terpaparnya
para siswa juga tak lain karena murahnya barang haram itu di kantong para
siswa. Ini jadi perhatian orang tua agar mengawasi anaknya masing-masing
terutama saat diluar sekolah,” pungkasnya. (IM)
Your email address will not be published. Required fields are marked *