Didit Prabowo hingga Bambang Pacul Ikuti Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Mangkunegaran

- 17 Juni 2026 | 16:44
IMG
Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto saat mengikuti prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran. (Dok. Istimewa))

Surakartaraya.com- Pura Mangkunegaran mengadakan Kirab Malam 1 Suro mengelilingi benteng tembok Mangkunegaran.

Kirab Mangkunegaran diantaranya diikuti putra Presiden Prabowo, Didit Prabowo, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto (Pacul), Titiek Soeharto, dan Wamen Kebudayaan Giring Ganesha

Kirab dimulai pukul 20.00 WIB, dengan ditandai keluarnya enam pusaka. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, atau Gusti Bre melepas ribuan peserta kirab.

Cucu Presiden pertama Bung Karno, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara didaulat menjadi pemimpin kirab.

Setelah kirab selesai diberangkatkan. Warga pun berebut air jamasan pusaka di depan pendhapa Mangkunegaran.

Ketua penyelenggara kirab pusaka malam 1 Sura Pura Mangkunegaran, GRaj Ancillasura Marina Sudjiwo, mengatakan, kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran dihadiri ribuan orang. Sementara peserta kirab ada sekitar 2.500 peserta.

“Kirab pusaka dalem dimulai star dari Pura Mangkunegaran-Ngarsopuro (Jalan Diponegoro)-Jalan Slamet Riyadi-Jalan Kartini-Jalan RM Said-Jalan Teuku Umar-Ngarsopuro (Jalan Diponegoro)-Pura Mangkunegaran,” kata Ancillasura, Selasa (16/6) malam.

“Total ada 2.500 peserta yang ikut menjadi peserta kirab. Kirab 1 Sura bukan merupakan tontonan, dan bukan pula festival. 1 Sura adalah undangan untuk mulih (hadir), melepaskan dan menyambut tradisi adat Jawa,” kata Gusti Sura, Selasa (16/6).

Ia menyebut peringatan malam 1 Sura ini Pura Mangkunegaran telah menyiapkan seluruh rangkaian sebagai satu kesatuan laku. 

Mulai dari santap sore sebagai ungkapan syukur di Pracima Tuin, kirab pusaka dalem yang berjalan tapa bisu mengelilingi tembok luar Pura, semedi di Pendhapa Ageng dan Dalem Ageng pada tengah malam, dan aktivitas meditasi di Pracima Tuin.

"Tanggal 1 Sura adalah malam yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai ruang hening. Waktu melepaskan yang telah lewat (Atita), hadir sepenuhnya di saat ini (Atiki) dan menyambut yang akan datang (Anagata)," kata dia. 

Dia juga mengatakan, Pura Mangkunegaran mengundang 10.000 warga untuk hadir menyaksikan langsung prosesi kirab pusaka dalem malam 1 Sura.

“Masyarakat bisa berkumpul di halaman depan Pura Mangkunegaran atau Pemedan. Di tempat ini panitia akan menyediakan layar berukuran besar sehingga masyarakat bisa menyaksikan kirab malam 1 Sura secara langsung,” kata dia. (IM).