Kubu Purboyo dan Mangkubumi, Rakor dengan Pemkot Soal Kirab 1 Suro, Ini Hasilnya

- 16 Juni 2026 | 13:43
IMG

Surakartaraya.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memfasilitasi pertemuan antara sejumlah pihak Keraton Kasunanan Surakarta.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondusifitas karena kirab kedua kubu dilaksanakan secara bersamaan.

Penanggung Jawab Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menegaskan bahwa pertemuan sore hingga petang bersama pemerintah kota mempertemuakan semua keluarga keraton.

Meski demikian diakui bahwa kedua sosok yang mengklaim posisi penerus tahta Kasunanan baik SISKS PB XIV Purboyo maupun SISKS PB XIV Mangkubumi sama-sama tidak hadir dalam pertemuan itu. Kendati demikian dua pihak sudah diwakili oleh pendukung masing-masing.

“Purboyo nggak ada, Mangkubumi juga nggak ada. Mereka diwakilkan masing-masing orang kepercayaan,” kata Tedjowulan

Disinggung soal pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang akan dilaksanakan menjadi satu pada Selasa (16/6) malam esok, Panembahan Agung Tedjowulan memastikan pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro tetap satu. Artinya semua pihak akan mengikuti upacara adat yang digelar atas nama keraton.

“Ya beriringan to, kan sudah berjalan bertahun tahun to. Iya menjadi satu,” tegas Tedjowulan.

Kedua rakor bersama sejumlah tokoh Keraton Kasunanan Surakarta itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono.

Pemerintah Kota Surakarta membenarkan bahwa pertemuan dengan pihak terkait itu digelar dalam dua sesi berbeda, sesi pertama dengan Kubu SISKS Purboyo, Panembahan Agung Tedjowulan, dan Pemkot Surakarta. Sementara yang kedua dengan Kubu SISKS Mangkubumi, Panembahan Agung Tedjowulan, dan Pemkot Surakarta.

“Kami laporkan Pak Wali dulu. Intinya kan kita sudah menyampaikan pada kedua pihak keluarga besar Keraton Kasunanan bahwa Pemerintah Kota Surakarta bersama jajaran TNI-Polri mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan lancar. Jadi tadi itu mereka memaparkan agar lebih sinkron,” terang Sekda.

Disinggung soal pelaksanaan Kirab Pusaka yang akan digelar satu kali atau dua kali di Keraton Kasunanan Surakarta, Sekda belum dapat memberikan penjelasan secara gamblang selain hanya mengucap hampir bersamaan saat ditanya satu atau dua kali penyelenggaraan kirab.

“Mungkin tidak menjadi satu tetapi agar pelaksanaannya berjalan dengan baik. Pelaksanaannya hampir sama, tadi ada pemahaman kalau yang satu sudah di depan yang satu akan mengalah untuk dibelakangnya. Intinya kami hanya memfasilitasi agar lebih kondusif,” tandasnya. (IM).