Dorong Kemandirian, Pemkot Solo Berdayakan ODGJ Membatik

- 06 Juni 2026 | 20:17
IMG

Surakartaraya.com - Pemkot Solo mulai memberdayakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) membatik lewat produksi Batik Ciprat yang ada di RT 03/RW 08 Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Solo. Hal itu sebagai upaya mendorong kemandirian ODGJ di Solo.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi, mengatakan dalam hal ini pihaknya memastikan akan memboyong karya dari warga dengan gangguan mental itu bisa masuk ke pangsa pasar yang lebih luas dengan terlibat dalam berbagai event yang ada di Kota Solo.

Ia menyebut meski area pengerjaan cukup terbatas, batik karya warga pengidap bipolar dan jenis gangguan mental lainnya itu menjadi karya yang genuine dan tidak bisa ditiru oleh orang lain.

“Saya cukup merasa lelah dan banyak pikiran pun mengaku jadi lebih fresh setelah ikut proses pembuatan batik ciprat tersebut. Mungkin ini bisa jadi destinasi alternatif untuk kelas batik ciprat seperti ini,” ucap Respati, Sabtu (6/6).

Respati pun melihat sejumlah Batik Ciprat ODGJ yang di-branding dengan nama Mas Danu.

Ia menilai karya batik abstrak yang dihasilkan oleh warga yang memiliki gangguan mental itu memiliki nilai yang tinggi baik secara produk UMKM maupun nilai kebermanfaatan karena dapat menjadi terapi mental bagi para pengrajin batik setempat.

“Jadi mereka ini warga yang mempunyai kondisi mental yang sudah membaik dan bisa diberdayakan. Semangat nya luar biasa, yang dulu memiliki kondisi tertentu untuk sekarang bisa menghasilkan suatu karya,” katanya.

Melihat upaya masyarakat yang sangat potensial itu Respati bakal memboyong Batik Ciprat (ODGJ) Mas Danu untuk bisa dipamerkan dalam event Suaraga Fest event bertema Wellness Tourism yang akan dihelat di Taman Balekambang pada awal Juli mendatang.

“Produk dari Batik Ciprat ODGJ ini juga akan dikut dipromosikan sebagai salah satu produk UMKM yang ada di Kota Bengawan dalam berbagai platform marketplace agar semakin dikenal secara nasional,” tegas dia.

Sekadar informasi, Batik Ciprat Mas Danu merupakan gagasan asli Kelurahan Danukusuman yang muncul dalam rangka pemberdayaan ODGJ di wilayah setempat.

Proses membatik itu dipandang sebagai sebuah terapi bagi penderita gangguan mental sekaligus peluang untuk menggerakkan ekonomi warga sembari dipoles sebagai destinasi wisata baru yang potensial dari wilayah setempat.

“Ini sudah mulai berlangsung sejak pertengahan 2025 lalu. Saat ini sudah menghasilkan banyak karya dan sudah dipesan oleh berbagai pihak,” pungkasnya. (IM).