Inspeksi Harga Sembako di Pasar Gede, Luthfi: Kenaikan Harga Masih Wajar

- 18 Maret 2026 | 18:06
IMG
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat sidak di Pasar Gede Solo, Rabu (18/3). (dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Harga sejumlah komoditas pangan merangkak naik di Kota Solo menjelang Lebaran 2026.

Hal itu diketahui dari inspeksi pemantauan harga kebutuhan pokok oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Pasar Gede Solo, Rabu (18/3). Kenaikan harga dinilai masih wajar dengan ketersediaan barang aman.

Salah satu kenaikan terjadi untuk harga cabai merah besar naik dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Harga cabai rawit naik dari Rp 70 ribu per kilogram menjadi Rp 90 ribu per kilogram.

"Kenaikan sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Harga naik wajar, karena memang mau lebaran, semua kan butuh. Cabai merah keriting naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp60 ribu. Bawang merah stabil di angka Rp 40 ribu per kilogram," ujar pedagang cabai di Pasar Gede Solo, Samini (57), Rabu (18/3).

Dia menjelaskan kenaikan harga juga terjadi untuk daging ayam naik dari Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu kilogram. Sedangkan harga daging ayam kampung naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

"Stoknya masih aman, tapi penjualan sulit karena harganya mahal," ujar pedagang daging ayam di Pasar Gede Solo, Sriyani.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai kenaikan harga yang terjadi menjelang lebaran kali ini masih terbilang wajar. Namun demikian, ia tetap melakukan antisipasi agar kenaikan harga komoditas pangan tidak semakin ugal-ugalan.

"Kita sudah punya aplikasi Si Jagat untuk pengendalian harga di seluruh pasar di Jateng. Tapi itu tidak cukup, maka saya hari ini dan kemarin sudah melakukan pengecekan. Hari ini kita sidak didampingi Pak Wali Kota Solo. Semua ketersediaan komoditas mulai dari cabai, daging, beras cukup. Harga naik sedikit enggak apa-apaan karena memang kebutuhan masyarakat meningkat," ujar Luthfi.

Mantan Kapolresta Surakarta ini menambahkan pihaknya tetap bakal melakukan penetrasi jika terjadi kenaikan harga tidak wajar. Melalui BUMD PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), akan dilakukan pengendalian agar harga tetap stabil.

"Antisipasinya (agar tidak naik ugal-ugalan)kota gandeng Bulog. Kemudian JTAB penetrasi bahan pokok penting. Begitu di pasar ada kenaikan harga, mereka akan jalan. Baik itu bawang merah, bawang putih, daging, nanti akan dilakukan penetrasi," pungkasnya. (IM).

Berita Terkait