Curabitur
Surakartaraya.com- Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, tidak sedikit usaha kecil yang harus berhenti di tengah jalan.
Namun bagi Erna Prilyani, masa sulit justru menjadi titik balik. Dari rumah sederhananya di Kartasura, Solo, ia memulai langkah kecil yang kelak mengubah hidupnya dengan mengolah celana jeans bekas menjadi tas dengan karakter unik.
Itu semua
dijalani dengan penuh keraguan. Erna mengaku sempat tidak yakin apakah hobinya
menjahit bisa benar-benar menopang kebutuhan keluarga.
“Waktu itu yang
penting bisa jalan dulu. Saya tidak berpikir jauh, yang ada di kepala hanya
bagaimana caranya tetap bertahan,” kata Erna, Jumat (13/2).
Dengan
peralatan seadanya, ia mulai menjahit dari rumah, memanfaatkan bahan yang mudah
didapat dan nyaris tak bernilai.
Berangkat dari
hobi yang telah ia tekuni sejak remaja, Erna melihat tumpukan denim tak
terpakai sebagai peluang. Satu per satu potongan kain ia rangkai, bukan sekadar
untuk menghasilkan produk, tetapi juga untuk menjaga semangat.
“Kadang saya
menjahit sampai malam, capek, tapi justru di situ saya merasa punya pegangan,”
katanya.
Dari proses
itu, lahirlah DenCraft, usaha kecil yang perlahan menemukan bentuk, identitas,
dan pasarnya sendiri.
Perjalanan
membangun DenCraft tentu tidak selalu mulus. Erna mengaku sempat merasa minder
ketika melihat produk lain yang sudah lebih rapi dan modern.
Melalui
pendampingan usaha yang ia terima sebagai nasabah PNM Mekaar, ia mulai belajar
memperbaiki kualitas produksi dan memperluas cara pandangnya terhadap
usaha.
“Saya sempat
berpikir, apa produk saya cukup bagus? Tapi saya belajar, kualitas itu bisa
dilatih, asal mau terus belajar,” ungkapnya.
Upaya tersebut
membuahkan hasil. Kualitas produk DenCraft terus berkembang dan mendapat
kepercayaan lebih luas. Kesempatan besar datang ketika Erna untuk pertama
kalinya bisa membawa karyanya ke ajang pameran kerajinan berskala nasional,
Inacraft 2026 di Jakarta.
“Waktu itu saya
diajak PNM ikut pameran nasional, rasanya campur aduk antara senang dan takut.
Tapi dari situ saya merasa, ternyata saya bisa sampai sejauh ini,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuka pandangan baru bagi Erna tentang potensi usahanya. Ia menyadari bahwa apa yang dimulai dari rumah kecil di Solo ternyata mampu berbicara di panggung yang lebih besar.
“Saya ingin
usaha ini terus jalan, bukan hanya untuk saya, tapi supaya perempuan lain juga
percaya bahwa mereka punya peluang yang sama,” katanya.
Kini, DenCraft
tidak hanya membantu menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi simbol
ketekunan dan keberanian untuk bangkit.
Dari bahan
sederhana dan proses yang panjang, Erna membuktikan bahwa pemberdayaan bukan
sekadar soal hasil akhir, melainkan tentang perjalanan menemukan kembali
kepercayaan diri dan masa depan yang lebih mandiri. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *