Curabitur
Surakartaraya.com- Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjalankan tradisi adat kirab malam 1 Suro, Rabu (17/6) pukul 00.00 WIB.
Kirab tersebut
mengeluarkan 14 pusaka dan tiga ekor kebo bule (kerbau) Kyai Slamet.
Kirab dimulai
saat lonceng dibunyikan dan kirab diawali dengan barisan depan tiga ekor kebo
bule sebagai pembuka jalan.
PB XIV
Hangabehi atau Mangkubumi melepas rombongan kirab di Sasana Sewaka bagian
pendopo Keraton Solo menuju keluar pintu Kori Kamandungan.
Lalu diikuti
abdi dalem, dan peserta kirab, serta pusaka.
Masyarakat
antusias menyaksikan jalannya kirab dari Kamandungan Keraton Solo, hingga
sepanjang rute kirab.
kirab keluar
dari Kori Kamandungan melalui Jalan Supit Urang menuju Gladak dan Jalan
Jenderal Sudirman.
Dari sisi timur
melewati Jalan Mayor Kusmanto sampai dengan Telkom belok ke timur menuju Jalan
Kapten Mulyadi, lalu ke selatan lurus hingga simpang Baturono belok ke barat ke
Jalan Veteran dilanjutkan ke Yos Sudarso lalu Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke
Keraton Solo
Ketua Eksekutif
LDA, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan pusaka yang dikeluarkan sepenuhnya atas
dawuh PB XIV Mangkubumi. Sebab, pihak PB XIV Purbaya tidak mengeluarkan pusaka
dalam kirab ini.
"Iya (yang
mengeluarkan pusaka dari PB XIV Mangkubumi). Kemarin di dalam rapat, yang di
sana tidak mengeluarkan, sehingga kita yang mengeluarkan. Walaupun kita tadinya
juga siap, kalau mau sama-sama ya monggo. (Jumlahnya) 14 pusaka," kata
Eddy.
Terpisah, PB
XIV Purbaya dilokasi sama Sasono Sewaka tidak menggelar kirab malam 1 Suro dan
hanya menggelar doa bersama serta tahlil.
Pengageng Paran
Parakarsa PB XIV Purbaya, KPAAd Nur Wijaya Adiningrat menegaskan keputusan
tidak ada kirab sesuai dawuh PB XIV Purbaya pada last minute.
“Kami dapat
dawuh PB XIV. Pertimbangan berbagai macam hal, termasuk prioritas keselamatan
pusaka dan lain hal, maka Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Pakubuwono XIV
(Purbaya) memutuskan untuk tidak miyoskan (mengeluarkan) pusaka malam hari
ini," kata Kanjeng Dany sapaan akrabnya.
Ia menyebut
peringatan Malam 1 Suro tidak hanya kirab saja. Melainkan banyak hal yang bisa
dilakukan. Salah satunya haul dalem Paku Buwono X.
?"Peringatan
Malam 1 Suro itu bukan cuma kirab saja. Akan tetapi, ada khaul dalem Pakubuwono
X, terus ada wilujengan, ada doa bersama, ada iktikaf dan salat hajat di Masjid
Pujosono, terus ada juga doa di Bandengan, dan lain sebagainya,” tandasnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *