Persis Store Jadi Sasaran Vandalisme Suporter, Manajemen Pasrah

- 27 Mei 2026 | 21:35
IMG
Salah satu lokasi yang jadi sasaran vandalisme, selain Persis Store, mess pemain, dan kantor Persis. (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Oknum suporter Persis Solo melakulan vandalisme di tiga lokasi aset milik Laskar Sambernyawa. Aksi vandalisme tersebut terjadi setelah Persis terdegradasi Liga 2 musim 2026/2027.

Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan mengaku hanya bisa pasrah melihat kejadian tersebut. Total ada tiga lokasi aset Persis jadi sasaran vandalisme suporter.

“Ada tiga lokasi aset Persis Solo jadi sasaran vandalisme, yakni Persis Store, mess pemain, dan kantor Persis,” kata Ginda, Rabu (27/5).

Dia mengaku memahami kekecewaan suporter atas hasil buruk yang diterima Laskar Sambernyawa musim ini. Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan kritik dari suporter yang kecewa tim kebanggaannya gagal bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Saya bisa memaklumi kekecewaan teman-teman dan dari awal saya juga sudah menyampaikan permintaan maaf atas hasil yang sama sekali di luar perkiraan kami. Saya rasa vandalisme itu adalah bentuk kekecewaan, bentuk protes, dan bentuk kritikan,” kata dia.

Dia mengatakan manajemen tidak akan berhenti membangun Persis. Saat ini pihaknya telah menyusun laporan dan langkah-langkah evaluasi untuk disampaikan kepada pemilik klub sebagai bagian persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 musim depan.

“Kiita sudah bikin proses laporan kepada owner mengenai langkah-langkah apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi kompetisi yang akan datang dan segera kembali lagi,” katanya.

Menurut Ginda, Persis bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas Kota Solo. Karena itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan demi membawa tim kembali promosi ke Liga 1 secepat mungkin.

“Persis ini bukan hanya sebuah klub, tapi identitas kota, jadi kita maunya segera kembali. Evaluasi pasti akan kita lakukan, bahkan saya sendiri siap mempertanggungjawabkan apa yang telah saya lakukan selama masuk ke direksi,” ucap dia.

Ia menambahkan, manajemen sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan tim dari degradasi. Mulai dari pergantian pelatih hingga perubahan komposisi pemain dilakukan demi memperbaiki performa tim sepanjang musim.

“Kita bekerja maksimal juga sebenarnya, kita ganti pelatihnya, kita ubah komposisi pemainnya. Dari perolehan poin sebenarnya mengalami peningkatan, tapi kalau dilihat hasil akhir faktanya memang seperti itu hasilnya,” tandasnya. (IM).