Curabitur
Surakartaraya.com- Oknum suporter Persis Solo melakulan vandalisme di tiga lokasi aset milik Laskar Sambernyawa. Aksi vandalisme tersebut terjadi setelah Persis terdegradasi Liga 2 musim 2026/2027.
Direktur Persis
Solo, Ginda Ferachtriawan mengaku hanya bisa pasrah melihat kejadian tersebut.
Total ada tiga lokasi aset Persis jadi sasaran vandalisme suporter.
“Ada tiga
lokasi aset Persis Solo jadi sasaran vandalisme, yakni Persis Store, mess
pemain, dan kantor Persis,” kata Ginda, Rabu (27/5).
Dia mengaku
memahami kekecewaan suporter atas hasil buruk yang diterima Laskar Sambernyawa
musim ini. Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan kritik dari suporter yang
kecewa tim kebanggaannya gagal bertahan di kasta tertinggi sepak bola
Indonesia.
“Saya bisa
memaklumi kekecewaan teman-teman dan dari awal saya juga sudah menyampaikan
permintaan maaf atas hasil yang sama sekali di luar perkiraan kami. Saya rasa
vandalisme itu adalah bentuk kekecewaan, bentuk protes, dan bentuk kritikan,”
kata dia.
Dia mengatakan
manajemen tidak akan berhenti membangun Persis. Saat ini pihaknya telah
menyusun laporan dan langkah-langkah evaluasi untuk disampaikan kepada pemilik
klub sebagai bagian persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 musim depan.
“Kiita sudah
bikin proses laporan kepada owner mengenai langkah-langkah apa yang akan kita
lakukan untuk menghadapi kompetisi yang akan datang dan segera kembali lagi,”
katanya.
Menurut Ginda,
Persis bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas Kota
Solo. Karena itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan demi membawa tim kembali
promosi ke Liga 1 secepat mungkin.
“Persis ini
bukan hanya sebuah klub, tapi identitas kota, jadi kita maunya segera kembali.
Evaluasi pasti akan kita lakukan, bahkan saya sendiri siap
mempertanggungjawabkan apa yang telah saya lakukan selama masuk ke direksi,”
ucap dia.
Ia menambahkan, manajemen sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan tim dari degradasi. Mulai dari pergantian pelatih hingga perubahan komposisi pemain dilakukan demi memperbaiki performa tim sepanjang musim.
“Kita bekerja
maksimal juga sebenarnya, kita ganti pelatihnya, kita ubah komposisi pemainnya.
Dari perolehan poin sebenarnya mengalami peningkatan, tapi kalau dilihat hasil
akhir faktanya memang seperti itu hasilnya,” tandasnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *