Solo Run Fest 2026 Targetkan 7.000 Pelari

- 04 Juni 2026 | 21:47
IMG
Mengusung tema "Run The City. Feel The History", Solo Run Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata olahraga. (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Pemkot Solo memperkuat posisi Kota Solo sebagai destinasi sport tourism nasional melalui penyelenggaraan berbagai flagship event yang berdampak langsung pada masyarakat. 

Salah satunya adalah Solo Run Fest 2026 yang kembali hadir memasuki tahun keempat penyelenggaraannya melalui kolaborasi strategis antara PT SHA Solo dan Pemerintah Kota Surakarta.

Mengusung tema "Run The City. Feel The History", Solo Run Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata olahraga yang memadukan kompetisi, eksplorasi kota, sejarah, budaya, kuliner, dan keramahan masyarakat Solo.

“Setiap flagship event yang digelar di Solo harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memiliki dampak ekonomi yang terukur,” ujar Wali Kota Solo Respati Ardi, Rabu (3/6).

Dia mengatakan sebuah flagship event wajib merilis dampak ekonominya bagi Kota Surakarta. Kerja keras penyelenggara akan terasa lebih bermakna apabila manfaat yang dirasakan masyarakat dapat diukur secara jelas.

Ia menyebut berbagai agenda berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Kota Solo selama ini telah menunjukkan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor ekonomi. Hotel, restoran, kafe, UMKM, pusat perbelanjaan, hingga pelaku transportasi mendapatkan manfaat langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Kami mengapresiasi budaya masyarakat Solo yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan berbagai kegiatan berskala besar,” katanya.

Project Director Solo Run Fest, Rindrapuri, menjelaskan Solo Run Fest 2026 dirancang sebagai ruang kompetisi sekaligus perjalanan eksplorasi diri bagi para pelari. 

Setelah sukses mengantongi sertifikasi rute dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini Solo Run Fest menargetkan kehadiran 7.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga atlet elite international.

“Melalui konsep sport tourism, para peserta diajak menjadi pelari urban yang menikmati keindahan Kota Solo sambil merasakan denyut sejarah, budaya, serta kehidupan masyarakat yang dilalui sepanjang rute perlombaan,” kata dia. 

Dia menyebut dalam event ini pihaknya ingin para pelari tidak hanya mengejar catatan waktu terbaik, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang berkesan tentang Kota Solo. 

Sebagai bagian dari pengalaman tersebut, Solo Run Fest 2026 juga akan menghadirkan pameran sportswear yang menampilkan berbagai produk olahraga unggulan dari jenama lokal maupun nasional. Selain itu, area kuliner legendaris khas Kota Solo akan menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dan pengunjung.

Perwakilan Solo Run Fest sekaligus Direktur Marketing PT SHA Solo, Aris Nuryanto, menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ini akan terus meningkatkan kualitas teknis perlombaan, standar keamanan, kenyamanan peserta, serta penguatan identitas lokal Kota Solo.

Menurutnya, pengangkatan ikon-ikon lokal dalam penyelenggaraan acara merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus upaya memperkuat citra Solo sebagai kota sport tourism yang berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Surakarta juga mendorong keterlibatan lebih luas pelaku ekonomi kreatif dan industri olahraga lokal. Wali Kota bahkan mengajak agar perlengkapan olahraga dan official merchandise pada berbagai event di Solo semakin banyak melibatkan produk-produk lokal berkualitas.

"Ini saatnya brand lokal naik kelas dan berdiri sejajar dengan brand internasional. Kami ingin perputaran ekonomi yang tercipta dari event-event besar di Solo dapat dirasakan seluas-luasnya oleh masyarakat," tegasnya.

Melalui Solo Run Fest 2026, Kota Solo kembali menegaskan diri sebagai kota yang mampu menghadirkan event berkelas sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat secara berkelanjutan. (IM)