Curabitur
Surakartaraya.com- Grand opening Akademi Driver ke Jepang atau Japan Indonesian Driving School (JIDS) dibuka di Gondangrejo, Karanganyar, Jateng, Sabtu (20/12).
JIDS merupakan
lembaga di bawah naungan PT Hiro Sejahtera Bersama. Grand opening dihadiri dr
KSG Japan (agen penerima di jepang ) Mr Hikawa dan Mr Mikami serta hadir juga
perwakilan dari Tokyu Bus Mr Hasegawa, Mr Koyama dan Mr Akiyama.
Pembukaan JIDS
dilakukan dengan pemotongan pita dan tumpeng oleh Direktur PT Hiro Sejahtera
Bersama, Mr Bowo Kristianto beserta perwakilan dr KSG Mr Hikawa dan perwakilan
dari Tokyu Bus Mr Akiyama.
“Pembukaan JIDS
ini dimaksudkan untuk mendidik awal tenaga tenaga profesional di bidang
transportasi,” ujar Bowo.
Dia mengatakan
JIDS telah membuat gedung baru untuk sarana pendidikan juga sudah memiliki
sirkuit pelatihan standar Jepang.
Selain itu,
dilengkapi armada bus truk dan mobil jenis MPV sebagai sarana pelatihan
mengemudi. Kesungguhan JIDS untuk mendidik tenaga terampil driver ke Jepang
tidak main main dengan mendatangkan guru bahasa
Jepang Mr Terada Katsuyo yang telah bergabung menjadi pengajar di JIDS.
“Ini bukti
keseriusan kami menciptakan tenaga kerja profesional siap bekerja di Jepang
sebagai driver,” kata dia
Bowo mengatakan
saat ini siswa yg sudah berangkat sebagai pengemudi bus ada 9 orang berada di
Meitetsu Bus, Osaka Bus, dan Tokyo Bus.
Kemudian bidang
truck sudah 4 orang di Perusahaan Toso Transport Di Kota Saitama.
“Alhamdulilah
dengan dibukanya JIDS ini kita ingin persiapkan para kandidat-kandidat driver
khususnya di Jepang untuk mengisi banyak lowongan di Jepang yang saat ini
kekurangan tenaga kerja khususnya driver profesional,” kata dia
Dengan
dibukanya gedung baru ini bisa lebih fokus untuk persiapan para kandidat secara
profesional. Terlebih permintaan kerja bidang transportasi di Jepang masih
tinggi.
“Permintaan banyak dengan kapasitas kita miliki insya Allah minimal 100 orang kita bisa penuhi driver profesional,” ucap dia
Dia mengatakan
untuk syarat punya SIM, pengalaman driver di Indonesia satu tahun, punya
motivasi belajar bahasa Jepang, belajar budaya karakter yang menyerupai driver
di Jepang.
“Kita latih
kurang lebih 6 bulan dibekali dengan teknik mengemudi dan aturan lalu lintas
seperti yang ada di Jepang. Untuk Gender tidak ada batasan. Justru wanita
diminati khususnya driver bus,” paparnya.
Untuk saat ini,
lanjut dia, lowongan banyak diminati laki-laki. Ia berharap kedepan banyak
perempuan mendaftar.
“Kita harapkan
ke depan wanita bisa kontribusi jadi tenaga profesional di Jepang. Syarat
tinggi badan normal, umur bisa sampai 45 tahun dan berat badan normatif,”
katanya.
Ia berpesan
pada masyarakat Indonesia jangan ragu-ragu jadi driver di Jepang kita
persiapkan sebaik mungkin dengan metode dan kurikulum sama di Jepang.
“Jangan ada
keraguan soal biaya. Dari belajar sampai mau berangkat itu belum dipungut biaya
rupiah pun. Kita berharap dengan motivasi tinggi dari para calon-calon ini bisa
jadi semangat bisa belajar di JIDS,” pungkasnya.
Your email address will not be published. Required fields are marked *