Grand Opening Akademi Driver ke Jepang di Karanganyar, Ajak Masyarakat Bekerja ke Jepang

- 21 Desember 2025 | 19:34
IMG
Grand opening Akademi Driver ke Jepang atau Japan Indonesian Driving School (JIDS) dibuka di Gondangrejo, Karanganyar, Jateng, Sabtu (20/12). (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Grand opening Akademi Driver ke Jepang atau Japan Indonesian Driving School (JIDS) dibuka di Gondangrejo, Karanganyar, Jateng, Sabtu (20/12).

JIDS merupakan lembaga di bawah naungan PT Hiro Sejahtera Bersama. Grand opening dihadiri dr KSG Japan (agen penerima di jepang ) Mr Hikawa dan Mr Mikami serta hadir juga perwakilan dari Tokyu Bus Mr Hasegawa, Mr Koyama dan Mr Akiyama.

Pembukaan JIDS dilakukan dengan pemotongan pita dan tumpeng oleh Direktur PT Hiro Sejahtera Bersama, Mr Bowo Kristianto beserta perwakilan dr KSG Mr Hikawa dan perwakilan dari Tokyu Bus Mr Akiyama.

“Pembukaan JIDS ini dimaksudkan untuk mendidik awal tenaga tenaga profesional di bidang transportasi,” ujar Bowo.

Dia mengatakan JIDS telah membuat gedung baru untuk sarana pendidikan juga sudah memiliki sirkuit pelatihan standar Jepang.

Selain itu, dilengkapi armada bus truk dan mobil jenis MPV sebagai sarana pelatihan mengemudi. Kesungguhan JIDS untuk mendidik tenaga terampil driver ke Jepang tidak main main dengan mendatangkan guru bahasa  Jepang Mr Terada Katsuyo yang telah bergabung menjadi pengajar di JIDS.

“Ini bukti keseriusan kami menciptakan tenaga kerja profesional siap bekerja di Jepang sebagai driver,” kata dia

Bowo mengatakan saat ini siswa yg sudah berangkat sebagai pengemudi bus ada 9 orang berada di Meitetsu Bus, Osaka Bus, dan Tokyo Bus.

Kemudian bidang truck sudah 4 orang di Perusahaan Toso Transport Di Kota Saitama.

“Alhamdulilah dengan dibukanya JIDS ini kita ingin persiapkan para kandidat-kandidat driver khususnya di Jepang untuk mengisi banyak lowongan di Jepang yang saat ini kekurangan tenaga kerja khususnya driver profesional,” kata dia

Dengan dibukanya gedung baru ini bisa lebih fokus untuk persiapan para kandidat secara profesional. Terlebih permintaan kerja bidang transportasi di Jepang masih tinggi.

“Permintaan banyak dengan kapasitas kita miliki insya Allah minimal 100 orang kita bisa penuhi driver profesional,” ucap dia 

Dia mengatakan untuk syarat punya SIM, pengalaman driver di Indonesia satu tahun, punya motivasi belajar bahasa Jepang, belajar budaya karakter yang menyerupai driver di Jepang.

“Kita latih kurang lebih 6 bulan dibekali dengan teknik mengemudi dan aturan lalu lintas seperti yang ada di Jepang. Untuk Gender tidak ada batasan. Justru wanita diminati khususnya driver bus,” paparnya.

Untuk saat ini, lanjut dia, lowongan banyak diminati laki-laki. Ia berharap kedepan banyak perempuan mendaftar.

“Kita harapkan ke depan wanita bisa kontribusi jadi tenaga profesional di Jepang. Syarat tinggi badan normal, umur bisa sampai 45 tahun dan berat badan normatif,” katanya.

Ia berpesan pada masyarakat Indonesia jangan ragu-ragu jadi driver di Jepang kita persiapkan sebaik mungkin dengan metode dan kurikulum sama di Jepang.

“Jangan ada keraguan soal biaya. Dari belajar sampai mau berangkat itu belum dipungut biaya rupiah pun. Kita berharap dengan motivasi tinggi dari para calon-calon ini bisa jadi semangat bisa belajar di JIDS,” pungkasnya.

Berita Terkait