BEM Soloraya Gelar Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Jalan Slamet Riyadi Solo Diblokade

- 29 Oktober 2026 | 19:05
IMG
Massa dari sejumlah kampus dan elemen mahasiswa atau BEM Soloraya kembali menggelar aksi dengan turun ke jalan, Rabu (28/10). (Dok. surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Massa dari sejumlah kampus dan elemen mahasiswa atau BEM Soloraya kembali menggelar aksi dengan turun ke jalan, Rabu (28/10). 

Aksi sendiri dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Peserta aksi dengan membawa sejumlah spanduk dan poster yang diantaranya bertuliskan “Bhineka Tunggal Ispa”, “Tetapkan Karhutla menjadi Bencana Nasional”, “Turunkan Biaya Hidup” dan tulisan lain berisi protes kepada Pemerintah mulai memenuhi simpang empat Ngarsopuro.  

Sembari mendengarkan orasi yang disampaikan secara bergantian, mereka membentuk lingkaran di tengah jalan sehingga menutup akses lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Diponegoro. Petugas kepolisian pun memberlakukan pengalihan arus lalu lintas selama aksi berlangsung.  

Selang satu jam, peserta aksi pun bergeser menuju ke Bundaran Gladak dengan long march dan melanjutkan pembacaan orasi serta tuntutan. Beberapa mahasiswa tampak memanjat patung Slamet Riyadi sembari menyalakan flare.  

Aksi ditutup dengan menyanyikan lagu “Darah Juang” dan massa pun membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB.  

Salah satu korlap aksi, Yoga Aska Nugraha mengatakan, aksi demo tersebut diikuti Aliansi BEM Solo Raya yang terdiri dari UNS Solo, ISI Solo, TSU dan kampus lainnya yang ada di kota bengawan.  

“Aksi hari ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya di Tugu Kartasura. Dimana ini bertujuan menagih janji dan mengingatkan pemerintah mengenai masalah-masalah yang belum terselesaikan,” ujarnya. 

Adapun mengenai tuntutan yang disampaikan ada empat hal utama. Yakni penetapan karhutla sebagai bencana nasional, pemanfaatan APBN untuk kepentingan rakyat serta penurunan biaya pendidikan. (IM)

 

Berita Terkait