Nekat Beroperasi, Driver Ojol Solo Geruduk DPRD Solo Protes Bajaj

- 24 Oktober 2025 | 11:08
IMG
Driver ojol mendatangi DPRD Solo memprotes bajaj, Kamis (23/10). (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Puluhan perwakilan komunitas ojek online (Ojol) lintas aplikasi mendatangi Gedung DPRD Solo. Driver ojol mendatangi DPRD Solo memprotes bajaj yang beroperasi di Solo meskipun belum lengkap izinnya.

“Kami telah menampung seluruh aspirasi dari perwakilan komunitas ojol yang menilai keberadaan Maxride berpotensi memicu gesekan di lapangan. Ini harus segera disikapi,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Solo, Sonny, Kamis (22/10)

Ia meminta agar sementara ini Bajaj tidak berjalan dulu untuk mencegah terjadinya gesekan di lapangan antara Ojol dan pengemudi bajaj Maxride. Pemkot Solo harus segera bersikap.

“Aplikasi Maxride saat ini sudah dimatikan sejak Sabtu memarin. Faktanya di lapangan bajaj masih beroperasi di jalan Kota Solo,” katanya.

Dari hasil penelusuran DPRD, kata dia, diketahui sudah ada 21 unit bajaj yang disewa oleh pengemudi, sedangkan 400 unit lainnya sudah dipesan, sebagian besar oleh tukang becak.

“Kami sudah pastikan aplikasinya benar-benar mati. Jadi sementara ini belum bisa digunakan,” kata Sonny.

Ia menyebut driver bajaj menyewa bajaj seharga Rp25 ribu per hari. Dan bisa mendapat penghasilan hingga Rp300 ribu per hari.

“Jadi dari sisi kenyamanan dan penghasilan, memang menarik. Tapi karena muncul penolakan, ya kita minta hormati dulu situasi yang ada,” katanya.

Sonny menyebut, keresahan para Ojol muncul karena belum adanya langkah tegas dari instansi terkait, meski mereka sudah beberapa kali melapor. 

“Teman-teman Ojol ini sudah pernah berkomunikasi dengan Dishub dan Satlantas, tapi belum ada tindakan. Sudah diperingatkan juga, tapi pengemudi bajaj tetap jalan,” papar dia.

Ia menambahkan DPRD juga mendorong Wali Kota Solo agar segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait fenomena bajaj Maxride hingga ada kejelasan regulasi dari Kementerian Perhubungan. (IM).




 

Berita Terkait