Antisipasi Bantuan Tak Salah Sasaran, 10 Ribu Rumah Gakin Dipasangi Stiker

- 04 Juni 2026 | 21:29
IMG
Wali Kota Solo Respati Ardi, saat memasang stiker penerima Bansos. (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Dinas Sosial (Dinsos) memasangi stiker sebanyak 10.018 rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) yang tersebar di 54 kelurahan di Solo.

Pemasangana ini sebagai penanda rumah gakin sekaligus antisipaasi tidak ada kebocoran data warga mampu yang mendapatkan bansos.

“Stiker penanda tersebut memuat informasi rinci mengenai program bantuan yang diterima oleh penghuni rumah,” ujar Wali Kota Solo Respati Ardi, Rabu (3/6).

Ia mengatakan program bantuan itu seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan.

Dia menyebut jjika pemasangan stiker ini bukan dimaksudkan untuk memberikan stigma kepada masyarakat penerima bansos. Melainkan diharapkan dapat menjadi semangat pengentasan kemiskinan. 

“Kami memberikan stiker bagi para warga yang menerima bantuan sosial. Stiker ini tanda semangat kita bersama untuk merubah nasib untuk mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Tanda ini sebagai komitmen kami dan komitmen saya pribadi untuk membantu pengentasan kemiskinan. Dan kita berdoa tidak selamanya stiker itu terpasang di rumah-rumah,” kata Respati. 

Program Pengentasan Kemiskinan, kata dia, tidak hanya menempelkan stiker, tetapi juga menawarkan sejumlah program-program pemberdayaan masyarakat. Seperti Rumah Siap Kerja yang sasaran agar masyarakat dapat memiliki kompetensi untuk bekerja. 

“Banyak sekali yang belum mendapatkan pekerjaan. Tapi ada juga yang memang sudah bekerja tapi belum layak dan lain-lain. Nah ini akan kita intervensi melalui Rumah Siap Kerja,” tuturnya. 

Respati menjelaskan, program Rumah Siap Kerja terus dioptimalkan agar warga Kota Solo memperoleh pekerjaan yang baik dengan upah dan jaminan layak. Melalui program ini diharapkan dapat membuka akses warga Kota Solo untuk bekerja di dalam dan luar negeri. 

“Tidak hanya di Jepang, ada di Turki, Tiongkok, dan ada juga di komplek KIT Batang, Solo Techno Park. Intinya program Rumah Siap Kerja menyalurkan tenaga kerja baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tandasnya. (IM).