Curabitur
Surakartaraya.com- Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIA Sragen menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 10,9 gram dan 100 butir pil psikotropika berwarna merah muda, serta 123 butir pil koplo.
Diduga akan
diberikan kepada suaminya warga binaan rutan berinisial DO. Narkoba tersebut
diselundupkan di area alat vital pelaku Yustina Kalamsari, warga Tasikmadu,
Kabupaten Karanganyar.
“Barang haram
itu disembunyikan di area alat vital pelaku dan diduga akan diberikan kepada
suaminya yang menjadi warga binaan lapas tersebut,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA
Sragen, Giyono, Minggu (31/5).
Dari hasil
pemeriksaan, kata dia, jenis narkotika yang ditemukan dari pelaku berupa sabu
seberat 10,9 gram, 100 butir pil psikotropika berwarna merah muda, serta 123
butir pil koplo.
“Kami melakukan
pemeriksaan rutin pada sesi kunjungan warga. Lalu petugas perempuan Lapas Kelas
IIA Sragen bernama Ratna Dwi Hartanti mencurigai gerak-gerik Yustina saat
pemeriksaan badan,” kata Giyono.
Kecurigaan itu
muncul, kata dia, ketika petugas memeriksa bagian pakaian dalam pengunjung.
Petugas pun melihat ada kejanggalan di sekitar celana dalamnya.
“Setelah
diperiksa lebih lanjut ditemukan dua bungkusan kecil isi narkoba. Kami bawa
pelaku untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.
Ia mengatakan
Lapas selanjutnya berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor
(Polres) Sragen guna membuka dan mengidentifikasi isi bungkusan tersebut.
Dari hasil
pemeriksaan, petugas mendapati sabu seberat 10,9 gram, 100 butir pil
psikotropika berwarna merah muda, serta 123 butir pil koplo.
“Seluruh barang
bukti dibungkus plastik dan disembunyikan di area alat vital pelaku dengan
ditutupi pembalut wanita,” ucap dia.
Ia mengatakan
Yustina merupakan istri warga binaan berinisial DO yang tengah menjalani
hukuman kasus penganiayaan. Narapidana tersebut disebut tinggal menjalani sisa
masa pidana sekitar tiga pekan lagi.
“Kami menduga
narkotika tersebut akan diserahkan kepada suaminya saat kunjungan berlangsung.
Namun, kepastian mengenai keterlibatan warga binaan masih menunggu hasil
penyelidikan kepolisian,” imbuhnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *