Curabitur
Surakartaraya.com- Sebanyak 50 seniman dari 19 negara ambil bagian dalam event Festival Grafiti Internasional di Rutan Kelas 1 Surakarta, Jumat (15/5).
Event tahunan
tersebut digelar PT Indaco Warna Dunia bertemakan Meeting of Styles
(MOS).
Ajang tahunan
ini bukan sekadar festival mural biasa, melainkan ajang seni berskala
internasional yakni menjadi ruang dialog budaya hingga mempertemukan seniman
dunia dengan denyut kehidupan lokal masyarakat Solo dan Karanganyar.
“50 seniman
grafiti dunia dari 19 negara hadir di momentum tersebut. Mereka membawa
karakter visual khas masing-masing, mulai dari gaya urban modern hingga
sentuhan budaya lokal yang diterjemahkan melalui tembok-tembok besar di ruang
publik,” ujar Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia, Iwan Adranacus.
Dia menyebut
MOS 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan industri kreatif di Solo
Raya. Menurutnya, dukungan pemerintah membuat festival ini mampu tampil sebagai
event seni kelas dunia.
“MOS 2026 ini
merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami karena mendapatkan dukungan nyata
dari Pemerintah, khususnya jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,”
terangnya.
Ia mengatakan
MOS tidak hanya menjadi ruang pamer karya. Festival ini juga menjadi tempat
bertemunya berbagai identitas budaya tanpa sekat bahasa maupun negara.
Bahkan, saat
pre-even, banyak warga rela datang dan menyaksikan berjam-jam proses para
muralis dunia menuangkan ide mereka di ruang terbuka.
“Salah satu
momen paling menyita perhatian publik muncul dari kolaborasi mural di Rutan
Solo. Pihaknya menggandeng seniman grafiti untuk berkarya bersama warga binaan
melalui program Cultural Prison Art beberapa waktu lalu.
“Program
tersebut mengusung tagline “ Memayuhayuning Bawono, filosofi Jawa yang
mengandung pesan menjaga harmoni kehidupan dan alam semesta,” ucapnya.
Iwan menambahkan, di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh tantangan, MOS 2026 mencoba menghadirkan pesan berbeda lewat seni jalanan. Para seniman menyuarakan semangat perdamaian, solidaritas, hingga pentingnya hidup berdampingan melalui mural dan grafiti.
“Kami berharap
MOS 2026 membawa semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat, tidak hanya di
tingkat lokal tetapi juga di kancah dunia dan masa depan,” paparnya.
Adapun event
MOS 2026, selain digelar di Rutan Solo, juga dihelat di kawasan Pabrik Cat PT
INDACO yang berada di Kampung Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar.
Disela
pembukaan MOS 2026 di Rutan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS),
Mashudi, menegaskan pihaknya terus memperkuat program pembinaan dan kemandirian
warga binaan melalui kerja sama dengan dunia industri.
Hal itu
ditandai dengan peresmian kolaborasi antara jajaran Pemasyarakatan dan PT
Indaco di Rutan Kelas I Surakarta.
“Kami dari
jajaran Pemasyarakatan berkolaborasi dengan PT Indaco untuk melaksanakan
kegiatan mural bagi warga binaan. Ini adalah bukti bahwa kami membuka peluang
kerja sama dengan pihak ketiga untuk memberikan bekal kemampuan bagi mereka,”
ungkap Mashudi.
Menurutnya,
pelatihan mural dan seni visual tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi
warga binaan saat kembali ke masyarakat. Dengan kemampuan berkarya dan melukis,
mereka diharapkan mampu mandiri secara ekonomi dan tidak kembali terjerat
persoalan hukum.
“Harapannya
setelah keluar dari rutan, mereka bisa diterima dengan baik oleh masyarakat
karena mempunyai kemampuan untuk melukis dan berkarya. Ini adalah kegiatan
kolaborasi yang sangat baik,” tambahnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *