Seniman 19 Negara Ramaikan Festival Grafiti Internasional di Rutan Solo

- 16 Mei 2026 | 10:27
IMG
50 seniman dari 19 negara ambil bagian dalam event Festival Grafiti Internasional di Rutan Kelas 1 Surakarta. (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Sebanyak 50 seniman dari 19 negara ambil bagian dalam event Festival Grafiti Internasional di Rutan Kelas 1 Surakarta, Jumat (15/5).

Event tahunan tersebut digelar PT Indaco Warna Dunia bertemakan Meeting of Styles (MOS). 

Ajang tahunan ini bukan sekadar festival mural biasa, melainkan ajang seni berskala internasional yakni menjadi ruang dialog budaya hingga mempertemukan seniman dunia dengan denyut kehidupan lokal masyarakat Solo dan Karanganyar.

“50 seniman grafiti dunia dari 19 negara hadir di momentum tersebut. Mereka membawa karakter visual khas masing-masing, mulai dari gaya urban modern hingga sentuhan budaya lokal yang diterjemahkan melalui tembok-tembok besar di ruang publik,” ujar Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia, Iwan Adranacus.

Dia menyebut MOS 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan industri kreatif di Solo Raya. Menurutnya, dukungan pemerintah membuat festival ini mampu tampil sebagai event seni kelas dunia.

“MOS 2026 ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami karena mendapatkan dukungan nyata dari Pemerintah, khususnya jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” terangnya.

Ia mengatakan MOS tidak hanya menjadi ruang pamer karya. Festival ini juga menjadi tempat bertemunya berbagai identitas budaya tanpa sekat bahasa maupun negara. 

Bahkan, saat pre-even, banyak warga rela datang dan menyaksikan berjam-jam proses para muralis dunia menuangkan ide mereka di ruang terbuka. 

“Salah satu momen paling menyita perhatian publik muncul dari kolaborasi mural di Rutan Solo. Pihaknya menggandeng seniman grafiti untuk berkarya bersama warga binaan melalui program Cultural Prison Art beberapa waktu lalu. 

“Program tersebut mengusung tagline “ Memayuhayuning Bawono, filosofi Jawa yang mengandung pesan menjaga harmoni kehidupan dan alam semesta,” ucapnya.

Iwan menambahkan, di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh tantangan, MOS 2026 mencoba menghadirkan pesan berbeda lewat seni jalanan. Para seniman menyuarakan semangat perdamaian, solidaritas, hingga pentingnya hidup berdampingan melalui mural dan grafiti. 

“Kami berharap MOS 2026 membawa semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di kancah dunia dan masa depan,” paparnya.

Adapun event MOS 2026, selain digelar di Rutan Solo, juga dihelat di kawasan Pabrik Cat PT INDACO yang berada di Kampung Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar.

Disela pembukaan MOS 2026 di Rutan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Mashudi, menegaskan pihaknya terus memperkuat program pembinaan dan kemandirian warga binaan melalui kerja sama dengan dunia industri. 

Hal itu ditandai dengan peresmian kolaborasi antara jajaran Pemasyarakatan dan PT Indaco di Rutan Kelas I Surakarta.

“Kami dari jajaran Pemasyarakatan berkolaborasi dengan PT Indaco untuk melaksanakan kegiatan mural bagi warga binaan. Ini adalah bukti bahwa kami membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk memberikan bekal kemampuan bagi mereka,” ungkap Mashudi.

Menurutnya, pelatihan mural dan seni visual tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat. Dengan kemampuan berkarya dan melukis, mereka diharapkan mampu mandiri secara ekonomi dan tidak kembali terjerat persoalan hukum.

“Harapannya setelah keluar dari rutan, mereka bisa diterima dengan baik oleh masyarakat karena mempunyai kemampuan untuk melukis dan berkarya. Ini adalah kegiatan kolaborasi yang sangat baik,” tambahnya. (IM).

 

Berita Terkait