Event Solo Musik Festival, Diharapkan menjadi Branding Kota Solo

- 08 Februari 2025 | 08:00
IMG
Event musik di Kota Solo (sumber: pribadi)

Surakartaraya.com- Munculnya kegairahan para musisi untuk menciptakan lagu bertemakan Kota Solo memang menarik perhatian, begitu pula tentang gagasan menjadikan musik sebagai kunci pembuka upaya Branding Kota Solo Ini menjadi salah satu alasan ini yang melatarbelakangi digelarnya talkshow musik dan branding Kota Solo.

Koordinator Tim Pelaksana Solo Musik Festival, Irfan Sutikno, mengatakan bahwa branding butuh kreatifitas untuk membangun pengalaman dan persepsi positif yang kuat dan tak terlupakan, butuh pula strategi untuk memetakan posisi brand maupun target market, dan yang terpenting adalah konsisten dari waktu ke waktu.

“Yang terpenting bagaimana strategi dan implementasinya yang konsisten dari waktu ke waktu, kreatif, strategis, dan bukan sekedar obor-obor blarak,”katanya di sela-2 acara Talk Show Musik dan Branding Solo di Gedung Djoeang, (10/2/2025)

Tim yang terdiri dari Anto Ide Unik, Yayok Aryoseno, Benk Mintosih, Jepank Van Sambennk, Wening Damayanti, dan Irfan Sutikno menggagas sebuah even rutin bertajuk Solo Musik Festifal dengan beberapa acara yang bertumpu pada aspek pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan budaya musik di kota Solo hingga memberikan dampak positif yang dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat, sekaligus menjaga konsintensi atas keberlangsungan upaya Branding kota melalui musik.

Agenda utama Solo Musik Festifal meliputi Lomba Aransemen Lagu Legendaris Solo seperti Putri Solo, Bengawan Solo, Solo Diwaktu Malam. Lomba Cipta Lagu Solo dengan berbagai genre musik, Lomba Nyanyi Lagu Solo, Konser Musik Solo hingga Music Expo dengan melibatkan para pelaku usaha dibidang musik yang bertebar di kota ini.

“Dari lomba arransemen itu bukan saja melestarikan tapi akan memperoleh output lagu lagu legendaris dalam format musik baru yang lebih kekinian, bisa saja nanti akan muncul lagu Putri Solo dengan irama ala K Pop, Lagu Bengawan Solo muncul dengan gaya Pop Progresif, ataupun lagu Solo Diwaktu Malam dalam format Jazz.”imbuhnya.

Dari lomba Cipta Lagu dan Lomba Nyanyi Lagu Solo diharapkan dapat melahirkan lagu-lagu dan vokalis baru untuk menjaga kesinambungan lagu  yang bertemakan Kota Solo sesuai dengan trend yang terus berkembang.

Sementara Konser Musik Solo disamping merupakan bentuk apresiasi pada para pemenang lomba, sekaligus menjadi hiburan pada masyarakat luas,

Acara yang diproyeksikan digelar tanggal 15 Juni 2025 di Pamedan Mangkunegaran dan Open Stage Taman Balaikambang tersebut diharapkan bisa untuk memberikan ruang pada para pelaku usaha di bidang musik untuk memasarkan langsung usahanya pada para pengunjung/penonton dan acara ini dapat dilakukan secara rutin setiap tahunya, menambah beberapa agenda yang sudah ada seperti Solo City Jazz maupun Festifal Kroncong.

 

Berita Terkait