Curabitur
Surakartaraya.com- Munculnya kegairahan para musisi untuk menciptakan lagu
bertemakan Kota Solo memang menarik perhatian, begitu pula tentang gagasan
menjadikan musik sebagai kunci pembuka upaya Branding Kota Solo Ini menjadi salah
satu alasan ini yang melatarbelakangi digelarnya talkshow musik dan branding
Kota Solo.
Koordinator Tim Pelaksana Solo Musik Festival, Irfan Sutikno,
mengatakan bahwa branding butuh kreatifitas untuk membangun pengalaman dan
persepsi positif yang kuat dan tak terlupakan, butuh pula strategi untuk
memetakan posisi brand maupun target market, dan yang terpenting adalah konsisten
dari waktu ke waktu.
“Yang terpenting bagaimana strategi dan implementasinya yang konsisten
dari waktu ke waktu, kreatif, strategis, dan bukan sekedar obor-obor blarak,”katanya
di sela-2 acara Talk Show Musik dan Branding Solo di Gedung Djoeang,
(10/2/2025)
Tim yang terdiri dari Anto Ide Unik, Yayok Aryoseno, Benk
Mintosih, Jepank Van Sambennk, Wening Damayanti, dan Irfan Sutikno menggagas
sebuah even rutin bertajuk Solo Musik Festifal dengan beberapa acara yang
bertumpu pada aspek pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan budaya musik di kota Solo
hingga memberikan dampak positif yang dapat dinikmati secara langsung oleh
masyarakat, sekaligus menjaga konsintensi atas keberlangsungan upaya Branding
kota melalui musik.
Agenda utama Solo
Musik Festifal meliputi Lomba Aransemen Lagu Legendaris Solo seperti Putri
Solo, Bengawan Solo, Solo Diwaktu Malam. Lomba Cipta Lagu
Solo dengan berbagai genre musik, Lomba Nyanyi Lagu Solo, Konser Musik Solo
hingga Music Expo dengan melibatkan para pelaku usaha dibidang musik yang
bertebar di kota ini.
“Dari lomba
arransemen itu bukan saja melestarikan tapi akan memperoleh output lagu lagu legendaris
dalam format musik baru yang lebih kekinian, bisa saja nanti akan muncul lagu
Putri Solo dengan irama ala K Pop, Lagu Bengawan Solo muncul dengan gaya Pop
Progresif, ataupun lagu Solo Diwaktu Malam dalam format Jazz.”imbuhnya.
Dari lomba Cipta Lagu dan Lomba Nyanyi Lagu Solo diharapkan dapat melahirkan
lagu-lagu dan vokalis baru untuk menjaga kesinambungan lagu yang
bertemakan Kota Solo sesuai dengan trend yang terus berkembang.
Sementara Konser Musik Solo disamping merupakan bentuk apresiasi
pada para pemenang lomba, sekaligus menjadi hiburan pada masyarakat luas,
Acara yang diproyeksikan digelar tanggal 15 Juni 2025 di Pamedan
Mangkunegaran dan Open Stage Taman Balaikambang tersebut diharapkan bisa untuk
memberikan ruang pada para pelaku usaha di bidang musik untuk memasarkan
langsung usahanya pada para pengunjung/penonton dan acara ini dapat dilakukan
secara rutin setiap tahunya, menambah beberapa agenda yang sudah ada seperti
Solo City Jazz maupun Festifal Kroncong.
Your email address will not be published. Required fields are marked *