1.700 Penari Meriahkan Solo Menari di Titik Nol Kota Solo

- 30 April 2026 | 10:16
IMG
Sebanyak 1.700 penari dari berbagai sanggar, sekolah, dan komunitas menari serempak. (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Sebanyak 1.700 penari dari berbagai sanggar, sekolah, dan komunitas menari serempak dalam gelaran Solo Menari 2026, menghadirkan perayaan Hari Tari Dunia. 

Mereka menari massal di sepanjang Jalan Jensud depan Balai Kota Solo. Pagelaran tahunan ini mengusung tema “Aku Kipas”, simbol harmoni, keindahan, sekaligus kekuatan ekspresi seni tari. 

Ribuan penari kipas tampil dalam satu tarian kolosal, memperlihatkan kekompakan lintas generasi dari pelajar hingga komunitas seni yang menjadi denyut nadi kebudayaan Kota Solo.

“Tingginya partisipasi menjadi bukti kuatnya semangat kolektif masyarakat dalam merawat seni budaya,” ujar Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, Rabu (29/4).

Ia mengatakan Solo Menari bukan sekadar ruang pertunjukan, melainkan ruang pembelajaran dan kolaborasi antar pelaku seni. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Surakarta dalam menjaga eksistensi seni tari sebagai identitas kota.

“Antusiasme tak hanya terlihat di panggung utama. Rangkaian kegiatan lain seperti sarasehan yang diikuti sekitar 30 sanggar turut memperkaya perayaan,” paparnya.

Secara keseluruhan, kata dia, sekitar 70 sanggar tari di Surakarta ambil bagian dalam Solo Menari tahun ini.Lebih jauh, Astrid menilai euforia masyarakat terhadap Solo Menari mencerminkan semakin kuatnya posisi Surakarta sebagai kota budaya. 

“Tema “Aku Kipas” ini mengandung filosofi tentang fleksibilitas dalam menghadapi perbedaan serta pentingnya menjaga keseimbangan antara tindakan dan nurani,” kata dia.

Ia menyebut keterlibatan institusi pendidikan, termasuk inisiatif pertunjukan tari selama 24 jam, hingga partisipasi penyandang disabilitas, disebut menjadi penanda bahwa seni tari di Solo tumbuh inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami menerima piagam dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia atas penyelenggaraan Rekor Dunia Tari Kolosal “Aku Kipas” dengan 1.500 penari kipas,” kata dia 

Selain itu, apresiasi juga datang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Piagam Kharisma Event Nusantara (KEN), yang menegaskan kualitas Solo Menari sebagai event budaya berdaya ungkit pariwisata dan ekonomi kreatif. (IM).