Curabitur
Surakartaraya.com - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi buka suara terkait adanya penolakan pendirian GKI di wilayah Banyuanyar, Solo.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Solo berkomitmen menjaga kerukunan antar umat beragama serta memastikan setiap proses pendirian rumah ibadah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pemkot akan menempatkan persoalan ini secara proporsional, dengan mengacu pada aturan perizinan, dokumen resmi, serta semangat menjaga ketentraman masyarakat,” ujar Resati, Sabtu (13/6).
Dia menegaskan selama izin pendirian gereja sudah dipenuhi, pembangunan bisa dilakukan dan kekhawatiran terkait hal lain seharusnya tidak ada.
“Pemerintah Kota Solo akan memastikan setiap proses yang berkaitan dengan pendirian rumah ibadah berjalan sesuai mekanisme,” katanya.
Apabila terdapat keberatan atau aspirasi dari masyarakat, kata dia, hal tersebut tetap akan didengarkan melalui jalur dialog dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Prinsipnya, pemerintah hadir untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan. Aspirasi masyarakat tentu kami dengarkan, tetapi semuanya harus diselesaikan dengan kepala dingin, musyawarah, dan tetap menjaga kerukunan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum utuh. Menurutnya, persoalan rumah ibadah harus dilihat secara jernih, tidak hanya dari sisi administratif, tetapi juga dari semangat hidup berdampingan sebagai warga Kota Surakarta.
Pemkot Surakarta bersama Kementerian Agama, FKUB, aparat kewilayahan, dan unsur terkait akan terus melakukan komunikasi agar situasi tetap kondusif. Respati berharap masyarakat dapat menjaga suasana damai dan tidak memperlebar perbedaan menjadi konflik sosial.
“Kota Solo ini rumah bersama. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga suasana tetap rukun, saling menghormati, dan tidak saling mencurigai. Kalau semua syarat sudah sesuai aturan, maka hak warga untuk beribadah juga harus kita hormati,” pungkasnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *