Bentuk Tanggung Jawab Moral, Rismon Luncurkan Buku Otentikasi Ijazah Jokowi

- 18 Juni 2026 | 16:54
IMG
Rismon Hasiholan Sianipar meluncurkan buku baru berjudul ‘Otentikasi Ijazah Jokowi” di kediaman Presiden ke-7 Jokowi, Rabu (17/6). (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar meluncurkan buku baru berjudul ‘Otentikasi Ijazah Jokowi” di kediaman Presiden ke-7 Jokowi, Rabu (17/6).

Bahkan buku tersebut diberikan Rismon langsung pada Jokowi didampingi Kuasa hukumnya Hasiholan, Jahmada Girsang.

Rismon mengaku buku barunya ini tengah memasuki proses penerbitan. Sebelum dicetak buku berisi 800 halaman ini bisa dilihat Jokowi terlebih dulu. 

“Saya susun buku ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah kepada publik dan komunitas akademik,” ujar Rismon, Rabu (17/6).

Dia mengatakan buku tersebut nantinya akan didaftarkan ISBN dan didistribusikan ke berbagai perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia agar menjadi bahan kajian ilmiah.

Dia menegaskan buku yang telah diterbitkan ini akan didistribusikan ke seluruh perpustakaan di Indonesia sebagai pertanggungjawaban dirinya kepada dunia penelitian. 

“Kajian ini semata-mata karya yang tunduk pada kaidah ilmiah, bukan pada afiliasi politik, kebencian, ketidaksukaan maupun kesukaan terhadap seseorang," ujar Rismon.

Menurut dia, hasil penelitiannya perlu ditempatkan dalam ruang akademik yang tepat sehingga dapat dikaji secara objektif oleh kalangan yang memiliki kompetensi di bidang teknik elektro, teknik informatika, dan ilmu terkait lainnya.

"Saya ingin buku ini menjadi objek kajian di lingkungan akademik, bukan menjadi bahan perdebatan tanpa dasar di media sosial. Kita tidak membutuhkan itu," katanya.

Rismon mengaku memaparkan berbagai metode analisis, termasuk pencocokan citra wajah menggunakan teknologi pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan dan machine learning. 

Salah satu kajian yang dimuat adalah perbandingan foto Jokowi saat muda yang terdapat pada dokumen ijazah dengan foto Jokowi ketika menjabat presiden puluhan tahun kemudian.

“Metode serupa ini juga diterapkan pada sejumlah tokoh nasional lain seperti Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Luhut Binsar Pandjaitan, Anies Baswedan, hingga Megawati Soekarnoputri sebagai bahan pembanding,” paparnya.

Dia menyebut hasil analisis menunjukkan tingkat kemiripan atau cosine similarity yang menurutnya berada pada rentang realistis antara 35 hingga 60 persen untuk foto yang dibandingkan dalam rentang waktu puluhan tahun.

Sementara itu, hasil pertemuan dengan Jokowi telah menyetujui penerbitan buku tersebut dan memberikan tanda tangan persetujuan.

“Presiden ke-7 Jokowi telah menandatangani buku ini 17 Juni 2026. Dengan tanda tangan tersebut, buku tersebut dicetak dan disebarluaskan,” kata dia.

Dia menegaskan pihaknya membantah bahwa buku  yang ia terbitkan itu bagian dari syarat Keadilan Restoratif (RJ) atas kasus hukum yang pernah melekat namanya. 

“Saya sampaikan Pak Jokowi, ini tanpa afiliasi politik, bahwa setiap peneliti bisa mengukur tulisannya. Jokowi sumringah melihat buku baru tersebut. Menurutnya, buku tersebut bisa mengembalikan nama Jokowi yang selama dituding ijazah palsu,” pungkasnya. (IM).