Namanya Dicatut Parkir Coffee Shop, Respati Tanggapi Santai

- 29 April 2026 | 10:05
IMG
Wali Kota Solo, Respati Ardi menanggapi santai soal pencatutan dirinya. (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Wali Kota Solo, Respati Ardi menanggapi santai soal pencatutan dirinya yang dikaitkan dengan usaha coffee shop. 

Dirinya mengatakan, informasi itu sudah banyak ia terima, bahkan hal serupa juga sering dilakukan oleh banyak orang seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), perparkiran hingga kebijakan pemerintah pada pengadaan barang dan jasa. 

“Memang saya dengar sedang ada tren menggunakan nama Mas Wali. Tren menggunakan nama Mas Wali di seluruh sektor, dari parkir, coffee shop, PKL, mau dari proyek, pemerintah, pengadaan barang dan jasa. Lagi tren menggunakan nama Mas Wali,” kata Respati, Selasa (28/4). 

Ia menyebut fenomena ini bukanlah hal baru dan sering dilakukan oleh oknum pegawai maupun orang lain untuk kepentingan pribadi. Dia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya karena hal tersebut tidak serta merta selalu berkaitan dengan dirinya. 

“Ini adalah kebiasaan lama para oknum pejabat bertugas dan masyarakat yang mementingkan kepentingannya sendiri,” katanya. 

Lebih lanjut, Respati menyatakan jika dirinya tidak mengambil serius terkait fenomena ini. “(Tindakan gimana) Gausah, biarkan masyarakat yang menilai saja,” jelasnya. 

Di sisi lain, Respati memastikan tak akan ada intervensi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kedai coffe shop di Jalan Slamet Riyadi meskipun mengenal pemiliknya. 

Aturan harus ditaati dan dijadikan pedoman bagi siapapun khususnya para pelaku usaha di Kota Solo agar tidak merugikan siapapun. Jika terbukti melakukan pelanggaran, pihaknya tidak akan pandang bulu untuk menindak tegas. 

“Intinya saya pribadi tidak pernah memberikan izin atau dukungan khusus. Silahkan jika ingin mendirikan usaha, tetapi harus sesuai aturan. Mari kita saling menjaga iklim usaha di Kota Surakarta. Jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan karena kepentingannya sendiri,” ucapnya. 

Respati juga mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kota Surakarta yang telah memberikan atensi pada polemik coffe shop ini. Masukan-masukan dari anggota DPRD Solo akan menjadi bahan evaluasi bagu Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.  

“Kita perlu evaluasi bersama. Saya ucapkan terimakasih kepada anggota dewan yang rajin sidak. Semoga masukan baik dan bisa dilaksanakan nantinya. Sebagai pengingat juga kami di Pemkot untuk selalu melayani yang terbaik,” tandasnya. (IM).