Tampil Untuk Misi Budaya, Siswa SMAN 4 Semarang Sabet Juara Umum di Thailand

- 11 April 2026 | 18:28
IMG
Tim SMAN 4 Kota Semarang saat tampil di ajang Kompetisi Luang Pu Suang International Folklore Contest Thailand 2026. (Dok. Istimewa)

Surakartaraya.com- SMAN 4 Kota Semarang jadi pembicaraan di Kompetisi Luang Pu Suang International Folklore Contest Thailand 2026. 

Jadi peserta undangan di kompetisi seni dan budaya internasional, Tim Ratoh Jaroe SMAN 4 Kota Semarang sabet Juara umum.

Pada tanggal 8 April 2026, 13 siswi SMAN 4 Kota Semarang mencuri perhatian di even yang digelar di Sisaket Thailand. Lima belas menit tampil di panggung, penonton dibuat terpukau dengan gerakan yang kompak dan energik. 

Alunan musik perkusi khas Aceh yang dimainkan secara langsung dipadu dengan syair religius dan vokal para penari. Ratoh Pukat yang  ditampilkan menciptakan harmoni ritmis yang kuat dan memikat. Ratoh Pukat adalah gabungan antara Tari Ratoh Jaroe dengan Tarek Pukat.

Penonton mengganjar dengan tepuk tangan. Juri pun memberikan nilai plus. Sebanyak 13 siswi yang tergabung di Tim Ratoh Jaroe menyabet Juara Umum 1. Tak hanya itu,  mereka juga dinobatkan sebagai Excellent Performance. 

Mereka berhasil mengalahkan perwakilan dari negara-negara seperti India, Sri Lanka, Laos, Filipina, Hungaria, Bulgaria, Korea Selatan, Turki, dan tuan rumah Thailand.

"Kami ikut bangga dengan prestasi yang dicapai anak-anak. Ditambah lagi ada misi budaya, karena mereka juga tampil di 6 kota di Thailand. Mengenalkan kebudayaan Indonesia," ujar Pembina Ektrakurikuler Ratoe Jaroh SMAN 4 Semarang, Rina Budi H, Jumat (10/4).

Dia mengatakan dengan cara tampil dan bertemu dengan orang banyak di dunia internasional, maka semakin populer juga seni kebudayaan Indonesia di luar negeri. Di sisi lain, hal itu menjadi pengalaman berharga bagi siswi seusia mereka di level internasional.

Adapun 13 siswa yang tergabung dalam tim ini adalah Almira Silmi Hidayatunnisa, Amara As Aluka Billah, Bunga Berliana Shanika Karin, Cahyati Maura Ardiningrum, Jadaeiradinda Haidar. Kemudian, Jessie Putri Aulya Fadhillah, Keisha Zevania Wihelmina, Meyla Dwi Vera, Miranda Aline Satoto, Mutiara Zatil Aqmara Wijanarko, Najla Ranaa Maritza Wibowo, Reva Cahya Arafah, dan Zafira Luwi Anindya.

Di sisi lain, Rina juga menceritakan prestasi itu tak instan diperoleh. Ketigabelas anak ini tercatat sebagai siswi kelas 11, namun mereka sudah memulai latihan sejak kelas 10. Selama kurang lebih setahun, mereka berlatih dengan pelatih, adik tingkat, hingga mandiri. Untuk mengasah kemampuan, Tim Ratoe Jaroh juga sudah sering tampil di sejumlah even di beberapa kota di Indonesia. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Kota Semarang, Ahmad Hamam turut mengapresiasi prestasi yang diraih anak didiknya. Ia berharap hal itu bisa menjadi tradisi dan turun-temurun pada adik-adik tingkatnya nanti.

Sementara itu, Pelatih Tim Ratoh Jaroe SMAPA, Zulfikar, mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya. Mereka sudah tampil disiplin, totalitas, dan sepenuh hati.

“Ini bukan hanya tentang menang, tetapi tentang bagaimana kami membawa identitas budaya Indonesia dengan penuh kebanggaan."

Menurutnya, antusiasme juga datang dari penonton, di mana ada momen istimewa ketika tim SMAPA membawakan gerakan yang diiringi lagu tradisional Thailand, Loy Krathong. Penampilan tersebut berhasil membangun kedekatan emosional dengan penonton, yang spontan ikut bernyanyi bersama. Bahkan, peserta dari Sri Lanka kerap memberikan pujian dalam setiap kesempatan.