Curabitur
Surakartaraya.com- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan penyakit kedua penyebab kematian terbesar kedua di Indonesia adalah jantung dengan 250.000 per tahun. Sementara kasus pertama adalah stroke 300.000 per tahun.
Ia pun mengajak
masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan sejak dini terutama pada bayi.
“Sangat penting
untuk bisa dilaksanakan di banyak rumah sakit di Indonesia, karena dari 12.000
bayi dan anak yang lahir dengan kelainan jantung setiap tahunnya hanya separuh
yang bisa ditangani,” kata Budi usai meninjau pasien bedah jantung bersama Duta
Besar Uni Emirates Arab Untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem Al Dhaheri di RS KEI
Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, (29/1).
Ia menyebut
masih sedikitnya rumah sakit yang bisa melakukan bedah jantung pada anak. Untuk
RS KEI yang diresmikan Presiden Prabowo hibah dari pemerintah UEA ini sendiri
terdapat 80 pasien penyakit jantung rujukan dari RS Sardjito Yogyakarta.
Menkes Budi
menegaskan pihaknya sangat konsen terhadap penyakit jantung lantaran merupakan
penyebab kematian kedua di Indonesia.
“Penyakit
jantung sama stroke itu responnya kalau ada serangan harus cepat. Antara dua
sampai enam jam itu harus sudah tertangani. Kalau tidak, chance to live-nya
atau chance to live normalnya karena bisa cacat ya, itu decline very fast.
Kalau makin terlambat. Itu sebabnya Kementerian Kesehatan ingin memasang
fasilitas layanan jantung dan stroke di 514 kabupaten/kota,” kata dia.
Duta Besar Uni
Emirates Arab Untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem Al Dhaheri mengatakan,
Pemerintah UEA selalu siap memberikan dukungan untuk RS KEI meski tidak dalam
bentuk bantuan keuangan.
“Meski bukan
bantuan keuangan, namun kami selalu mendukung Indonesia, terkhusus untuk rumah
sakit. Kami akan tetap memberikan dukungan berupa medical supplies dan sumber
daya lain yang akan membantu operasional rumah sakit ini,” tandasnya. (IM)
Your email address will not be published. Required fields are marked *