Inpeksi Harga Sembako Pasar Legi, Titiek Soeharto Temukan Harga Cabai Tembus 80.00/Kg

- 12 Februari 2026 | 20:09
IMG
Komisi IV DPR dipimpin Titiek Soeharto melakukan inspeksi harga kebutuhan pokok jelang Ramadan di Pasar Legi Solo, Kamis (12/2). 9Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Komisi IV DPR dipimpin Titiek Soeharto melakukan inspeksi harga kebutuhan pokok jelang Ramadan di Pasar Legi Solo, Kamis (12/2). 

Dalam inspeksi itu mendapati sejumlah kebutuhan pokok naik diantaranya cabai rawit tembus Rp 80.000/kg.

Titiek mengatakan dari hasil pengecekan di Pasar Legi yang naik signifikan adalah cabai rawit merah dari Rp 45.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram.

“Kami keliling menanyakan harga sembako pada pedagang jelang Ramadan cabai rawit merah dari Rp 45.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram,” ujar Titek.

Ia mengatakan untuk harga kebutuhan pokok lainnya cukup stabil. Ia menyebut naiknya harga cabai secara signifikan disebabkan karena cuaca yang sering turun hujan. Kondisi ini membuat petani cabai gagal panen.

"Cabai itu kan musiman. Karena musim hujan panennya kurang bagus," kata dia.

Titiek juga menambahkan peran Bulog sangat dibutuhkan dalam pengendalian harga sejumlah pangan, seperti beras dan minyak goreng.

"Terutama untuk beras, minyak. Itu (beras) SPHP diturunkan supaya harga beras tidak melambung," katanya.

Pedagang cabai Pasar Legi, Kati Budiman, mengatakan cabai mulai naik sejak sebulan lalu. Kenaikan ini disebabkan karena cuaca sering hujan. Akibatnya tanaman cabai rusak dan busuk.

"Hujan terus cabai rontok. Bisa jadi gagal panen," ungkap Kati.

Dia menyebut cabai rawit sret dari Rp 35.000 per kilogram naik menjadi Rp 80.000 per kilogram, cabai TW Rp 25.000 per kilogram, cabai kriting merah Rp 25.000 per kilogram naik menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Kemudian cabai hijau semula Rp 10.000 per kikogram naik menjadi Rp 15.000 per kilogram dan cabai kriting hijau semula Rp 15.000 per kilogram menjadi Rp 20.000 per kilogram. 

Meski harganya naik kata Kati permintaan tidak terganggu. Hanya pembeli mengurangi jumlah pembelian. 

"Permintaan aman. Cuma biasanya orang beli lima kilo jadi tiga kilo, satu kilo karena harganya mahal," katanya. (IM).