Curabitur
Surakartaraya.com- Polda Jateng membongkar makam (ekshumasi) dan melakukan autopsi terhadap jenazah Aminah (57) warga Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.
Langkah
tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga
berkaitan dengan kasus keracunan usai makan sate.
Kasi Humas
Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengatakan proses ekshumasi dan autopsi yang
dilakukan oleh tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa
Tengah.
“Ekshumasi
dilakukan Biddokkes Polda Jateng pada Sabtu kemarin. Kami sifatnya hanya
membantu saja,” kata Winarsih, Senin (1/6).
Dia menyebut
autopsi dilakukan langsung di lokasi pemakaman. Namun, hasil pemeriksaan masih
menunggu analisis lebih lanjut dari tim Biddokkes Polda Jawa Tengah.
“Proses autopsi
dilakukan setelah keluarga korban menyampaikan kecurigaan bahwa kematian korban
Aminah berkaitan dengan dugaan keracunan usai mengkonsumsi satai ayam yang
dikirim seseorang tak dikenal,” pungkasnya.
Kuasa hukum
keluarga korban Wiwik Dwi Habsari mengatakan pemeriksaan para saksi, penyitaan
barang bukti (BB), termasuk melakukan otopsi tubuh korban di tempat makam,
sebagai upaya untuk mengungkap kasus ini.
"Ini sudah
ranahnya pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian korban, apakah
sengaja dibunuh atau disebabkan karena keracunan," kata Wiwik.
Dia berharap
tim penyidik Polres Boyolali serius menangani kasus ini dan dapat segera
mengungkapnya, sehingga ada titik terang apa yang sesungguhnya terjadi.
“Informasi dari
para saksi, menaruh curiga atas perbuatan seseorang diduga berinisial P membeli
sate ayam di daerah Pandean, Ngemplak. Kemudian meminta driver ojek online
untuk mengantar sate tersebut ke rumah korban di Dukuh Sindon (rumah korban,”
katanya
Seseorang yang
dicurigai tersebut, kata dia, menggunakan aplikasi pesanan atas nama Luriyanti
dalam memesan ojol untuk mengantarkan sate ayam ke rumah korban.
Dijelaskan
Wiwik, bahwa Luriyanti merupakan anak kedua almarhum Aminah yang tinggal di
Kismoyoso, Ngemplak yang lokasinya tidak jauh dari Desa Pandean, Ngemplak.
"Proses
beli sate ayam di Desa Pandean hingga makanan tersebut diantar ke rumah korban,
berdasar cerita driver Ojol yang akhirnya mengetahui meninggalnya Aminah dari
tayangan di Facebook," jelasnya.
Usut punya
usut, lanjut Wiwik, ternyata anak kedua korban yakni Luriyanti yang tinggal di
Kismoyoso merasa tidak mengirim sate ayam ke ibunya yang tinggal sendirian di
Dukuh Sindon.
"Hal itu
diketahui sebelum Aminah makan sate, lebih dahulu menghubungi Luriyanti.
Lantaran awalnya tidak tahu yang mengirim sate ayam tersebut siapa, Luriyanti
sempat meminta kepada ibunya agar tidak memakan sate ayam kiriman orang yang
semula tidak dikenal," paparnya
Ia menyebut
barang bukti yang telah disita, seperti baju korban yang terkena muntahan, 1
ekor ayam yang juga mati maupun hasil laboratorium forensik (labfor) yang telah
dilakukan tim Dokkes Polda Jateng.
“Biarkan pihak
kepolisian yang akan mengungkap dan menjelaskan kasus ini secara gamblang dan
kami berharap hasil labfor dapat segera diketahui penyebab kematian korban
karena apa," tandanya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *