Bongkar Makam Warga Boyolali, Diduga Meninggal Usai Makan Sate

- 02 Juni 2026 | 20:40
IMG
Polda Jateng membongkar makam (ekshumasi) dan melakukan autopsi terhadap jenazah Aminah (57) (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Polda Jateng membongkar makam (ekshumasi) dan melakukan autopsi terhadap jenazah Aminah (57) warga Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan usai makan sate.

Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengatakan proses ekshumasi dan autopsi yang dilakukan oleh tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah.

“Ekshumasi dilakukan Biddokkes Polda Jateng pada Sabtu kemarin. Kami sifatnya hanya membantu saja,” kata Winarsih, Senin (1/6).

Dia menyebut autopsi dilakukan langsung di lokasi pemakaman. Namun, hasil pemeriksaan masih menunggu analisis lebih lanjut dari tim Biddokkes Polda Jawa Tengah. 

“Proses autopsi dilakukan setelah keluarga korban menyampaikan kecurigaan bahwa kematian korban Aminah berkaitan dengan dugaan keracunan usai mengkonsumsi satai ayam yang dikirim seseorang tak dikenal,” pungkasnya.

Kuasa hukum keluarga korban Wiwik Dwi Habsari mengatakan pemeriksaan para saksi, penyitaan barang bukti (BB), termasuk melakukan otopsi tubuh korban di tempat makam, sebagai upaya untuk mengungkap kasus ini.

"Ini sudah ranahnya pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian korban, apakah sengaja dibunuh atau disebabkan karena keracunan," kata Wiwik.

Dia berharap tim penyidik Polres Boyolali serius menangani kasus ini dan dapat segera mengungkapnya, sehingga ada titik terang apa yang sesungguhnya terjadi.

“Informasi dari para saksi, menaruh curiga atas perbuatan seseorang diduga berinisial P membeli sate ayam di daerah Pandean, Ngemplak. Kemudian meminta driver ojek online untuk mengantar sate tersebut ke rumah korban di Dukuh Sindon (rumah korban,” katanya 

Seseorang yang dicurigai tersebut, kata dia, menggunakan aplikasi pesanan atas nama Luriyanti dalam memesan ojol untuk mengantarkan sate ayam ke rumah korban.

Dijelaskan Wiwik, bahwa Luriyanti merupakan anak kedua almarhum Aminah yang tinggal di Kismoyoso, Ngemplak yang lokasinya tidak jauh dari Desa Pandean, Ngemplak.

"Proses beli sate ayam di Desa Pandean hingga makanan tersebut diantar ke rumah korban, berdasar cerita driver Ojol yang akhirnya mengetahui meninggalnya Aminah dari tayangan di Facebook," jelasnya.

Usut punya usut, lanjut Wiwik, ternyata anak kedua korban yakni Luriyanti yang tinggal di Kismoyoso merasa tidak mengirim sate ayam ke ibunya yang tinggal sendirian di Dukuh Sindon.

"Hal itu diketahui sebelum Aminah makan sate, lebih dahulu menghubungi Luriyanti. Lantaran awalnya tidak tahu yang mengirim sate ayam tersebut siapa, Luriyanti sempat meminta kepada ibunya agar tidak memakan sate ayam kiriman orang yang semula tidak dikenal," paparnya

Ia menyebut barang bukti yang telah disita, seperti baju korban yang terkena muntahan, 1 ekor ayam yang juga mati maupun hasil laboratorium forensik (labfor) yang telah dilakukan tim Dokkes Polda Jateng.

“Biarkan pihak kepolisian yang akan mengungkap dan menjelaskan kasus ini secara gamblang dan kami berharap hasil labfor dapat segera diketahui penyebab kematian korban karena apa," tandanya. (IM).