Stadion Manahan Disorot Mirip Sawah, Wali Kota Solo Respati Langsung Sidak

- 14 April 2026 | 10:08
IMG
Wali Kota Solo, Respati Ardi saat melakukan inspeksi (sidak) di Stadion Manahan. Senin (13/4). (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Wali Kota Solo, Respati Ardi melakukan inspeksi (sidak) Stadion Manahan yang dianggap penuh genangan air mirip sawah saat laga Super League Persis vs Semen Padang, Minggu (12/4) malam.

Reapati menegaskan Pemkot Solo telah menyiapkan pembenahan terhadap Stadion Manahan Solo untuk menjaga kualitas dan standar lapangan sepak bola. 

“Tergenangnya lapangan bukan disebabkan karena drainase. Kemarin 15 menit air terserap, curah hujan yang berulang. Pada lapisan pasir di bawah rumput di sebagian area yang mengalami penurunan daya serap akibat usia pasir,” ujat Respati, Senin (13/4).

Dikatakannya perbaikan memakan waktu 2 bulan dan baru bisa dilakukan setelah Super League selesai pada Mei 2026. Pada bulan Juni nanti Stadion Manahan ditutup total untuk perawatan.

“Drainase ini tidak masalah. Ini karena masalah pasir yang ada dibawah rumput. Namun untuk serapan ke bawah drainase aman, tapi memang serapan pasir di bawah lapangan perlu diperbarui karena sudah banyak tertutup lumpur,” kata dia. 

Respati menambahkan fun football yang biasanya menyewa Stadion Manahan Solo pada pada akhir pekan untuk sementara waktu dihentikan dulu.

“Setelah kejadian ini fun football disetop. Perbaikan manahan nanti jangan sampai mengganggu sport tourism di Solo. Ini yang jadi prioritas,” tandasnya.

Diketahui, Pemilik Semen Padang FC, Andre Rosiade, menyoroti kondisi Stadion Manahan Solo dengan menyinggung perbandingan pengelolaan stadion yang menurutnya lebih baik dari Stadion Haji Agus Salim (Padang).

“Stadion Haji Agus Salim justru memiliki kualitas lapangan yang lebih terjaga meski dikelola secara mandiri oleh klub dengan anggaran internal,” ujar Andre di Stadion Manahan Solo, Minggu (12/4).

Andre menyebut kondisi lapangan Stadion Manahan Solo yang dinilai tidak layak akibat buruknya sistem drainase. Dia bahkan menyamakan kondisi lapangan dengan sawah ketika hujan mengguyur pertandingan.

“Kalau kondisi lapangan ini (Stadion Manahan) PR besar. Terus terang sangat menyayangkan ini proyek yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR di periode Pak Jokowi kayak sawah kalau menurut saya," keluhnya. (IM)