Curabitur
Surakartaraya.com- Wali Kota Solo, Respati Ardi melakukan inspeksi (sidak) Stadion Manahan yang dianggap penuh genangan air mirip sawah saat laga Super League Persis vs Semen Padang, Minggu (12/4) malam.
Reapati
menegaskan Pemkot Solo telah menyiapkan pembenahan terhadap Stadion Manahan
Solo untuk menjaga kualitas dan standar lapangan sepak bola.
“Tergenangnya
lapangan bukan disebabkan karena drainase. Kemarin 15 menit air terserap, curah
hujan yang berulang. Pada lapisan pasir di bawah rumput di sebagian area yang
mengalami penurunan daya serap akibat usia pasir,” ujat Respati, Senin (13/4).
Dikatakannya
perbaikan memakan waktu 2 bulan dan baru bisa dilakukan setelah Super League
selesai pada Mei 2026. Pada bulan Juni nanti Stadion Manahan ditutup total
untuk perawatan.
“Drainase ini
tidak masalah. Ini karena masalah pasir yang ada dibawah rumput. Namun untuk
serapan ke bawah drainase aman, tapi memang serapan pasir di bawah lapangan
perlu diperbarui karena sudah banyak tertutup lumpur,” kata dia.
Respati
menambahkan fun football yang biasanya menyewa Stadion Manahan Solo pada pada
akhir pekan untuk sementara waktu dihentikan dulu.
“Setelah
kejadian ini fun football disetop. Perbaikan manahan nanti jangan sampai
mengganggu sport tourism di Solo. Ini yang jadi prioritas,” tandasnya.
Diketahui,
Pemilik Semen Padang FC, Andre Rosiade, menyoroti kondisi Stadion Manahan Solo
dengan menyinggung perbandingan pengelolaan stadion yang menurutnya lebih baik
dari Stadion Haji Agus Salim (Padang).
“Stadion Haji
Agus Salim justru memiliki kualitas lapangan yang lebih terjaga meski dikelola
secara mandiri oleh klub dengan anggaran internal,” ujar Andre di Stadion
Manahan Solo, Minggu (12/4).
Andre menyebut
kondisi lapangan Stadion Manahan Solo yang dinilai tidak layak akibat buruknya
sistem drainase. Dia bahkan menyamakan kondisi lapangan dengan sawah ketika
hujan mengguyur pertandingan.
“Kalau kondisi
lapangan ini (Stadion Manahan) PR besar. Terus terang sangat menyayangkan ini
proyek yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR di periode Pak Jokowi kayak sawah
kalau menurut saya," keluhnya. (IM)
Your email address will not be published. Required fields are marked *