Curabitur
Surakartaraya.com- Persis Solo meraih kemenangan keduanya di kandang usai mengalahkan Semen Padang skor akhir 2-1 pada laga lanjutan Super League di Stadion Manahan Solo, Minggu (12/4) malam.
Pertandingan
tersebut digelar tanpa penonton akibat sanksi Komdis PSSI buntut ricuh antar
suporter di kandang Persijap Jepara pada 6 Maret 2026.
Pertandingan
Persis Vs Semen Padang pada awal babak kedua sempat tertunda 10 menit karena
hujan deras dan kondisi lapangan Stadion Manahan Solo penuh genangan air.
Petugas panpel
berusaha membersihkan air dari genangan. Genangan air belum sepenuhnya hilang
hujan turun lagi dan pertandingan tetap dilanjutkan sampai 90 menit akhir.
Pemilik Semen
Padang FC, Andre Rosiade, mengatakan kualitas lapangan Stadion Manahan Solo
lebih Stadion Haji Agus Salim.
“Saya
bandingkan Stadion Haji Agus Salim justru memiliki kualitas lapangan yang lebih
terjaga meski dikelola secara mandiri oleh klub dengan anggaran internal,” ujar
Andre di Stadion Manahan Solo, Minggu (12/4).
Dikatakannya,
kondisi lapangan Stadion Manahan Solo yang dinilai tidak layak akibat buruknya
sistem drainase. Dia bahkan menyamakan kondisi lapangan dengan sawah ketika
hujan mengguyur pertandingan.
“Ini kondisi
lapangan (Stadion Manahan) PR besar. Terus terang sangat menyayangkan ini
proyek yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR di periode Pak Jokowi (presiden
ke-7) kayak sawah kalau menurut saya," katanya.
Ia pun
membandingan pihak klub Semen Padang telah melakukan pembenahan sendiri stadion
mulai dari drainase hingga perawatan rumput demi menjaga kualitas lapangan.
"Kami bongkar drainasenya kami perbaiki dan kami bikin rumputnya kami rawat meskipun dengan catatan Stadion kami belum direnovasi oleh APBN seperti Stadion Manahan,” kata dia.
Dia menyebut
Stadion Haji Agus Salim baru mau akan dikerjakan renovasi pakai APBN musim
depan. Kondisi lapangan yang tergenang air dinilai Andre berdampak langsung
pada kualitas permainan kedua tim.
“Pertandingan
menjadi tidak menarik pada babak kedua. Ini harus dievaluasi kok dikerjakan
oleh pemerintah jadi kayak sawah jadi mengganggu kualitas permainan kedua tim,”
paparnya.
Dia menambahkan
seharusnya pertandingan menarik seperti babak pertama. Dan berharap pengelola
Persis Solo dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan
perbaikan, terutama pada sistem drainase Stadion Manahan Solo.
“Jadi kurang
menarik di babak kedua karena memang jadi kayak sawah itu stadionnya,"
pungkasnya.
Senada
diungkapkan Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija. Ia menyebut kondisi lapangan
(penuh genangan air) membuat permainan Laskar Sambernyawa sulit berkembang.
Meskipun
demikian, ia bersyukur timnya menang dan kemenangan ini adalah kemenangan tim.
“Kondisi
lapangan (genangan air) membuat permainan sedikit tidak berkembang, tapi kita
bisa menang,” ucap Milo.
Diketahui, ini
bukan kali pertama lapangan Stadion Manahan tergenang air saat pertandingan.
Sebelumnya Super League Persija Vs Persik pada 20 November 2025 juga sempat
tertunda karena genangan air.
Kejadian sama
terjadi penundaan pertandingan saat final Liga 2, PSIM vs Bhayangkara FC pada
26 Februari 2025. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *