Semen Padang Kalah 2-1 Atas Persis, Andre: Stadion Manahan Dibangun Era Jokowi Bak Sawah

- 13 April 2026 | 09:45
IMG
Pemilik Semen Padang FC, Andre Rosiade. (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Persis Solo meraih kemenangan keduanya di kandang usai mengalahkan Semen Padang skor akhir 2-1 pada laga lanjutan Super League di Stadion Manahan Solo, Minggu (12/4) malam.

Pertandingan tersebut digelar tanpa penonton akibat sanksi Komdis PSSI buntut ricuh antar suporter di kandang Persijap Jepara pada 6 Maret 2026.

Pertandingan Persis Vs Semen Padang pada awal babak kedua sempat tertunda 10 menit karena hujan deras dan kondisi lapangan Stadion Manahan Solo penuh genangan air. 

Petugas panpel berusaha membersihkan air dari genangan. Genangan air belum sepenuhnya hilang hujan turun lagi dan pertandingan tetap dilanjutkan sampai 90 menit akhir.

Pemilik Semen Padang FC, Andre Rosiade, mengatakan kualitas lapangan Stadion Manahan Solo lebih Stadion Haji Agus Salim.

“Saya bandingkan Stadion Haji Agus Salim justru memiliki kualitas lapangan yang lebih terjaga meski dikelola secara mandiri oleh klub dengan anggaran internal,” ujar Andre di Stadion Manahan Solo, Minggu (12/4).

Dikatakannya, kondisi lapangan Stadion Manahan Solo yang dinilai tidak layak akibat buruknya sistem drainase. Dia bahkan menyamakan kondisi lapangan dengan sawah ketika hujan mengguyur pertandingan.

“Ini kondisi lapangan (Stadion Manahan) PR besar. Terus terang sangat menyayangkan ini proyek yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR di periode Pak Jokowi (presiden ke-7) kayak sawah kalau menurut saya," katanya.

Ia pun membandingan pihak klub Semen Padang telah melakukan pembenahan sendiri stadion mulai dari drainase hingga perawatan rumput demi menjaga kualitas lapangan.

"Kami bongkar drainasenya kami perbaiki dan kami bikin rumputnya kami rawat meskipun dengan catatan Stadion kami belum direnovasi oleh APBN seperti Stadion Manahan,” kata dia. 

Dia menyebut Stadion Haji Agus Salim baru mau akan dikerjakan renovasi pakai APBN musim depan. Kondisi lapangan yang tergenang air dinilai Andre berdampak langsung pada kualitas permainan kedua tim.

“Pertandingan menjadi tidak menarik pada babak kedua. Ini harus dievaluasi kok dikerjakan oleh pemerintah jadi kayak sawah jadi mengganggu kualitas permainan kedua tim,” paparnya.

Dia menambahkan seharusnya pertandingan menarik seperti babak pertama. Dan berharap pengelola Persis Solo dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan, terutama pada sistem drainase Stadion Manahan Solo.

“Jadi kurang menarik di babak kedua karena memang jadi kayak sawah itu stadionnya," pungkasnya.

Senada diungkapkan Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija. Ia menyebut kondisi lapangan (penuh genangan air) membuat permainan Laskar Sambernyawa sulit berkembang.

Meskipun demikian, ia bersyukur timnya menang dan kemenangan ini adalah kemenangan tim.

“Kondisi lapangan (genangan air) membuat permainan sedikit tidak berkembang, tapi kita bisa menang,” ucap Milo. 

Diketahui, ini bukan kali pertama lapangan Stadion Manahan tergenang air saat pertandingan. Sebelumnya Super League Persija Vs Persik pada 20 November 2025 juga sempat tertunda karena genangan air.

Kejadian sama terjadi penundaan pertandingan saat final Liga 2, PSIM vs Bhayangkara FC pada 26 Februari 2025. (IM).