Komisi V DPR RI Dukung Usulan Walkot Solo Soal Koridor Wisata Stasiun Jebres–Pasar Gede

- 18 Juli 2026 | 23:02
IMG
Komisi V DPR RI saat menggelar kunjungan kerja di Stasiun Solo Balapan, Jumat (17/7). (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Komisi V DPR RI menggelar kunjungan kerja di Stasiun Solo Balapan, Jumat (17/7).

Kunjungan tersebut didampimgi mitra kerja dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi Antarmoda, dan PT Kereta Api Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi mengusulkan pembangunan koridor pedestrian Stasiun Solo Jebres-Pasar Gede, penataan kawasan Stasiun Solo Balapan, serta peningkatan keselamatan perlintasan kereta api di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

Ia menyebut langkah tersebut untuk mendukung pariwisata di Kota Solo. Dimana jalan-jalan protokol yang menghubungkan Stasiun Solo Jebres dengan Pasar Gede direncanakan menjadi kawasan wisata ramah pejalan kaki.

“Kunjungan wisatawan ke Solo dari Yogyakarta dan Madiun cukup ramai menggunakan kereta api. Karena itu, kami merencanakan pembangunan jalur pedestrian dari Stasiun Jebres hingga Pasar Gede sebagai kawasan wisata jalan kaki,” ujar Respati, Jumat (17/7).

Ia juga ingin memperkuat Pasar Gede sebagai pusat wisata kuliner di Kota Solo. Selain itu, Pemerintah Kota Surakarta mengusulkan penataan kawasan Stasiun Solo Balapan dengan fokus pada pembangunan fasilitas pedestrian menuju Pura Mangkunegaran.

“Kami mengusulkan penataan kawasan khusus Stasiun Balapan. Fokusnya fasilitas pedestrian atau pejalan kaki sebagai penunjang kawasan wisata dari Stasiun Balapan ke Mangkunegaran,” paparnya.

Menurut Respati, keberadaan jalur pedestrian yang aman dan nyaman akan mempermudah wisatawan mengakses sejumlah destinasi di pusat kota sekaligus memperkuat integrasi Stasiun Solo Balapan dengan kawasan wisata di sekitarnya.

Respati juga mengusulkan peningkatan sistem keselamatan di perlintasan kereta api tanpa palang di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Sistem tersebut berupa penanda, suara, dan sinyal khusus yang aktif ketika kereta akan melintas.

“Kita usulkan kepada Daop 6 PT KAI agar di sepanjang Jalan Slamet Riyadi ada penanda khusus, suara khusus, dan sinyal khusus ketika kereta akan lewat. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap dia.

Mewakili Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana, mengatakan pihaknya menyambut positif usulan Pemerintah Kota Surakarta. 

Ia pun menilai kawasan Stasiun Solo Balapan perlu direvitalisasi, termasuk melalui penguatan akses pedestrian, integrasi antarmoda, pelestarian bangunan bersejarah, dan peningkatan keselamatan perlintasan kereta api.

“Usulan Pemkot Solo tersebut akan direkomendasikan kepada kementerian terkait agar dapat ditindaklanjuti. Ini mendorong wisata di Surakarta. Kami akan merekomendasikan kepada kementerian terkait untuk mewujudkan impian masyarakat Solo yang disampaikan Mas Wali tadi,” pungkasnya. (IM)

 

Berita Terkait