Massa Eks Karyawan PT Sritex Demo Pembayaran Pesangon, Bawa Spanduk Marsinah

- 10 November 2025 | 14:18
IMG
Ratusan eks karyawan PT Sritex demo menuntut pembayaran pesangon, Jateng, Senin (10/11). (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com, Sukoharjo- Ratusan eks karyawan PT Sritex menggelar aksi unjuk rasa pabrik di Sukoharjo di momen Hari Pahlawan, Jateng, Senin (10/11). 

Aksi demo menuntut pembayaran pesangon yang tak kunjung dibayar sampai sekarang sejak PT Sritex dinyatakan pailit dan tutup pada 1 Maret 2024.

Aksi tersebut, eks karyawan tampak membawa bendera dan spanduk bergambarkan Pahlawan Nasional Marsinah bertuliskan “Marsinah Tidak Mati, Kami berlipat ganda”.

“Aksi ini sebagai wujud menuntut hak karyawan PT Sritex terlait pembayaran pesangon,” ujar Ketua eks Karyawan Sritex, Widodo.

Dia menegaskan selama delapan bulan ini eks karyawan terus menuntut berjuang pembayaran pesangon.

“Hari ini (Hari Pahlawan) kita menuntut pesangon itu segera diselesaika. Karena selama 8 bulan lebih teman-teman kita sudah tidak bekerja,” ujar Widodo, Senin (10/11).

Dia mendesak kurator segera menyelesaikan tugas-tugasnya sehingga hak karyawan bisa terbayarkan. Termasuk melelang aset milik perusahaan.

“Kurator PT Sritex segera selesaikan tugasnya agar aset perusahaaan segera dilelang dan mendapatkan pesangon. Itu tuntutan kami,” kata dia.

Korlap aksi Agus Wicakdono mengatakan aksi ini menuntut adanya kepastian pembayaran pesangon oleh kurator. 

“Yang jelas kami mengadakan aksi ini karena kami menuntut hak-hak kami yang belum dibayarkan sama kurator, yaitu pesangon dan THR 2024,” kata Agus.

Ia mengatakan dari 8.475 karyawan yang kena PHK, yang sudah dapat pekerjaan baru 3.000 orang. Faktor usia menjadikan mereka sulit dapat pekerjaan dan hanya mengandalkan pembayaran pesangon.

Dia juga mengapresiasi pemerintah yang menjadikan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. 

“Marsinah memang menjadi ikon dari suatu pergerakan buruh yang terzalimi. Dan sekarang hari ini beliau dikukuhkan sebagai pahlawan. Jadi ini menjadi spirit bagi kami bahwa perjuangan Marsinah pun tetap ada di orang-orang buruh PT Sritex yang terzalimi,” tandasnya. (IM).