Curabitur
Surakartaraya.com- Warga kampung RW 10 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo tetap bersikukuh menolak pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Warga pun
meminta pemilik SPPG tersebut agar dipindahkan ke lokasi lain setelah mediasi
deadlock.
“Kami sudah
memfasilitasi warga yang menolak berdirinya SPPG dan pemiliknya,” ujar Camat
Banjarsari Beni Supartono Putro, Selasa (11/11).
Dia mengatakan
warga sekitar tetap menolak kehadiran SPPG di wilayah mereka. Warga bersikukuh
agar dapur MBG itu dipindahkan ke tempat lain.
Dia mengatakan
dari Wali Kota Solo Respati Ardi juga mendukung agar SPPG itu dipindahkan
dilokasi baru.
“Arahan wali
kota diminta cari titik lokasi baru. Jadi memang keseluruhan warga di area itu
menolak, mediasi beberapa kali juga dedlock,” katanya.
Dia mengatakan
mediasi sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Dalam setiap pertemuan, pihak
kelurahan, kecamatan, hingga perwakilan SPPG telah memberikan penjelasan
mengenai manfaat dan potensi dampak keberadaan dapur MBG.
“Seluruh warga
tetap pada pendirian menolak karena lokasi padat penduduk.
Warga menilai
keberadaan fasilitas tersebut berdampak terhadap lingkungan permukiman mereka,”
katanya.
Ia mengatakan
pendirian SPPG tersebut belum sepenuhnya memenuhi persyaratan administrasi,
diantaranya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Higienis
Sanitasi (SLHS), dan Surat Pernyataan Kesanggupan dan Pemantauan Lingkungan
Hidup (SPPL).
Akibatnya,
pembangunan dapur MBG itu dihentikan sementara hingga proses pemenuhan izin dan
penentuan lokasi baru selesai.
Wali Kota Solo
Respati Ardi menegaskan pihak tidak bisa berbuat banyak. Karena warga sudah
menyepakati dipindah harus tetap dijalankan.
“Kita
kembalikan sesuai peraturan yang berlaku. Masih banyak lokasi lain di Solo,”
kata Respati. (IM)
Your email address will not be published. Required fields are marked *