Gagal Mediasi, Warga Ngotot Pendirian SPPG Sumber Minta Dipindah

- 11 November 2025 | 14:58
IMG
SPPG di Kelurahan Sumber dihentikan. (Dok. surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Warga kampung RW 10 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo tetap bersikukuh menolak pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Warga pun meminta pemilik SPPG tersebut agar dipindahkan ke lokasi lain setelah mediasi deadlock. 

“Kami sudah memfasilitasi warga yang menolak berdirinya SPPG dan pemiliknya,” ujar Camat Banjarsari Beni Supartono Putro, Selasa (11/11).

Dia mengatakan warga sekitar tetap menolak kehadiran SPPG di wilayah mereka. Warga bersikukuh agar dapur MBG itu dipindahkan ke tempat lain. 

Dia mengatakan dari Wali Kota Solo Respati Ardi juga mendukung agar SPPG itu dipindahkan dilokasi baru. 

“Arahan wali kota diminta cari titik lokasi baru. Jadi memang keseluruhan warga di area itu menolak, mediasi beberapa kali juga dedlock,” katanya.

Dia mengatakan mediasi sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Dalam setiap pertemuan, pihak kelurahan, kecamatan, hingga perwakilan SPPG telah memberikan penjelasan mengenai manfaat dan potensi dampak keberadaan dapur MBG. 

“Seluruh warga tetap pada pendirian menolak karena lokasi padat penduduk. 

Warga menilai keberadaan fasilitas tersebut berdampak terhadap lingkungan permukiman mereka,” katanya.

Ia mengatakan pendirian SPPG tersebut belum sepenuhnya memenuhi persyaratan administrasi, diantaranya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), dan Surat Pernyataan Kesanggupan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL). 

Akibatnya, pembangunan dapur MBG itu dihentikan sementara hingga proses pemenuhan izin dan penentuan lokasi baru selesai.

Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan pihak tidak bisa berbuat banyak. Karena warga sudah menyepakati dipindah harus tetap dijalankan.

“Kita kembalikan sesuai peraturan yang berlaku. Masih banyak lokasi lain di Solo,” kata Respati. (IM)

Berita Terkait