Ini Respon GKR Timoer Soal Kebijakan Pemkot Tak Cairkan Dana Hibah

- 28 November 2025 | 17:34
IMG
Pengageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani. (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Pengageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani merespon kebijakan Pemkot Solo yang menghentikan pencairan dana hibah Keraton Surakarta 2026 akibat konflik dualisme raja PB XIV.

Anak tertua PB XIV ini menegaskan pihaknya bersama Sinuhun Pakoe Buwono (PB) XIV Hamangkunegoro atau Purboyo fokus dalam internal keraton.

“Jadi soal itu (dana hibah Pemkot Rp 200 juta) saya mendingan belum komentar dulu dari pada dikira rebutan duit (uang), mending saya tidak komentar dulu,” ujar GKR Timoer, Jumat (28/11).

GKR Timoer mengatakan pihaknya dalam hal ini hanya ingin memberitahu masyarakat bahwa disini sudah ada penerus tahta dan kelembagaan baru di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

“Yang jelas saya hanya ingin masyarakat dan pemerintah tahu bahwa di sini sudah ada kelembagaan baru yang dipimpin PB XIV,” pungkasnya.

Diberitahukan sebelumnya, Pemkot Solo dipastikan menunda pencairan dana hibah ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada 2026.

Hal itu dipicu setelah munculnya konflik internal yang saling mengklaim pewaris tahta PB XIV Purbaya dan PB XIV Hangabehi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Murtono mengatakan bahwa dana hibah untuk Keraton masih terus dianggarkan setiap tahun, dan nominalnya diperkirakan tidak kurang dari Rp 200 juta. 

Namun, sekda penyaluran dana di tahun anggaran 2026 kemungkinan akan ditunda hingga internal keraton mencapai kesepakatan. (IM)