Curabitur
Surakartaraya.com- Pengageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani merespon kebijakan Pemkot Solo yang menghentikan pencairan dana hibah Keraton Surakarta 2026 akibat konflik dualisme raja PB XIV.
Anak tertua PB
XIV ini menegaskan pihaknya bersama Sinuhun Pakoe Buwono (PB) XIV
Hamangkunegoro atau Purboyo fokus dalam internal keraton.
“Jadi soal itu
(dana hibah Pemkot Rp 200 juta) saya mendingan belum komentar dulu dari pada
dikira rebutan duit (uang), mending saya tidak komentar dulu,” ujar GKR Timoer,
Jumat (28/11).
GKR Timoer
mengatakan pihaknya dalam hal ini hanya ingin memberitahu masyarakat bahwa
disini sudah ada penerus tahta dan kelembagaan baru di Keraton Kasunanan
Surakarta Hadiningrat.
“Yang jelas
saya hanya ingin masyarakat dan pemerintah tahu bahwa di sini sudah ada
kelembagaan baru yang dipimpin PB XIV,” pungkasnya.
Diberitahukan
sebelumnya, Pemkot Solo dipastikan menunda pencairan dana hibah ke Keraton
Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada 2026.
Hal itu dipicu
setelah munculnya konflik internal yang saling mengklaim pewaris tahta PB XIV
Purbaya dan PB XIV Hangabehi.
Sekretaris
Daerah (Sekda) Solo Budi Murtono mengatakan bahwa dana hibah untuk Keraton
masih terus dianggarkan setiap tahun, dan nominalnya diperkirakan tidak kurang
dari Rp 200 juta.
Namun, sekda
penyaluran dana di tahun anggaran 2026 kemungkinan akan ditunda hingga internal
keraton mencapai kesepakatan. (IM)
|
|
|
Your email address will not be published. Required fields are marked *