Curabitur
Surakartaraya.com- Belasan karyawati pabrik tas PT Megatama Makmur Kampung Suropadan, RT 02 /RW 08, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo mengalami kesurupan.
Peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas produksi di pabrik. Bahkan, karyawan perempuan yang kesurupan terpaksa harus dipulangkan lebih awal.
“Peristiwa tersebut terjadi pukul 08.30 WIB. Awalnya, seorang karyawan tiba-tiba menunjukkan perilaku tidak seperti biasanya,” ujar Manager Produksi PT Megatama Makmur, Anas Rozaki, Selasa (3/11).
Dia mengatakan kondisi tersebut kemudian diikuti sejumlah pekerja lain menjalar hingga menyebabkan sekitar 15 orang lebih mengalami kejadian serupa.
Dia mengaku pihak perusahaan sempat meminta bantuan sejumlah pihak untuk menangani kejadian tersebut. Termasuk pengurus lingkungan dan tokoh agama yang datang ke lokasi.
"Saya sebagai orang awam, ya seperti orang kesurupan. Kemudian berlanjut dan dibantu oleh pengurus lingkungan serta beberapa pihak yang datang untuk membantu menyelesaikan kejadian ini," katanya.
Ia mengatakan seluruh karyawan terdampak merupakan perempuan. Sementara pekerja laki-laki tidak mengalami kejadian serupa.
“Penanganan dilakukan secara bertahap hingga situasi di lingkungan pabrik kembali kondusif. Sekarang sudah aman. Karyawan juga mulai bekerja kembali seperti biasa. Paling tinggal satu dua orang yang masih ditangani oleh bapak-bapak dan ustaz yang tadi datang," paparnya.
Meski sempat terjadi kepanikan, kata dia, perusahaan tetap memberikan keleluasaan kepada karyawan untuk menentukan sikap.
Pekerja yang merasa tidak sehat atau belum sanggup melanjutkan pekerjaan diperbolehkan pulang tanpa dikenai sanksi.
“Sebagian besar karyawan memilih tetap bekerja seperti biasa. Pihaknya menghargai keputusan tersebut karena para pekerja memiliki tanggung jawab untuk mencari nafkah bagi keluarga masing-masing,” katanya.
Dia menambahkan kejadian tersebut merupakan pengalaman pertama selama bekerja di perusahaan yang memproduksi tas wanita itu.
“Kami berharap situasi tetap kondusif dan seluruh karyawan dapat kembali bekerja tanpa gangguan. Ini kejadian pertama yang saya rasakan,” tandasnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *