Curabitur
Surakartaraya.com - Kuasa hukum korban tewas siswa SMPN 2 Sumberlawang, WAP (14), Asri Purwanti meyakini korban tidak hanya dihajar oleh teman sekolahnya, berinisial ADS (14), namun ada pelaku lain yang diduga terlibat.
“Korban tidak hanya dianiaya ADS, karena terdapat luka di sejumlah tubuh korban, mulai dari kepala, dada, pelipis serta wajahnya. Ada empat teman pelaku yang saya yakini mengetahui peristiwanya, bahkan saya curiga diantara mereka ada yang turut serta, namun mereka takut untuk menceritakan kejadian yang sesungguhnya atau lebih baik diam agar tidak terseret kasus ini," ujar Asri belum lama ini.
Terkait desakan dari keluarga korban agar pelaku segera ditahan, hal tersebut seperti sudah mendapat respon dari penyidik Polres Sragen.
"Berdasar hasil audiensi yang juga dihadiri pihak inspektorat, penyidik kepolisian telah menyampaikan bahwa untuk sementara ini pelaku telah diamankan di suatu tempat untuk dilakukan pembinaan," tegas Asri Purwanti.
Sudah diamankannya pelaku tersebut, lanjutnya, ini sebagai bentuk respon cepat dari penyidik, setelah keluarga korban meminta agar pelaku ditahan dan perkaranya segera diproses di pengadilan hingga ada keputusan hukum.
Terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, SIK, MSi tidak membantah bahwa hasil audiensi kalau pihak keluarga korban maupun kuasa hukumnya masih menaruh curiga bahwa penganiayaan yang menyebabkan WAP meninggal dunia tidak hanya dilakukan satu pelaku saja.
“Kami sangat berharap adanya informasi dari keluarga korban, maupun dari masyarakat atas kecurigaan tersebut dan tentunya apabila ada yang mengetahui sesungguhnya bisa disampaikan kepada kami, sehingga ada petunjuk baru yang bisa didalami penyidikannya," kata dia.
Adapun perkembangan hasil penyidikan, kata Kapolres, bahwa pelaku sudah diamankan dan dalam pengawasan disertai dilakukan dengan upaya pembinaan.
"Saat ini pelaku yang telah diamankan sedang dalam pengawasan dan kami lakukan pembinaan," tandasnya. (IM)
Caption: Kuasa hukum korban tewas siswa SMPN 2 Sumberlawang, WAP (14), Asri Purwanti. (Dok.Surakartaraya.com)
Your email address will not be published. Required fields are marked *