Kritisi Pemerintah Prabowo-Gibran, Ratusan Mahasiswa Gelar Demo Di Balaikota Solo

- 22 Oktober 2026 | 18:29
IMG
Ratusan mahasiswa UNS gelar demonstrasi di Bundaran Gladak, Kamis (22/10). (Dok. surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo terlihat sejak pukul 15.00 berkumpul di depan Balaikota Surakata untuk menggelar aksi demonstrasi, Kamis (22/10)

Aksi Demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa ini menuntut Prabowo-Gibran untuk mundur karena menilai pemerintah gagal menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Massa aksi meneriakkan yel-yel dan menyampaikan orasi di depan Balaikota Surakarta. Setelah itu, mereka melakukan long march menuju Perempatan Gladak.

Dirjen Aksi Propaganda UNS, Hasan Yusnindar, mengatakan aksi tersebut membawa satu tuntutan utama, yakni mendesak Prabowo-Gibran turun dari jabatannya.

“Hari ini mahasiswa UNS turun ke jalan untuk menyuarakan apa yang seharusnya kita suarakan. Yaitu tuntutan utama yang ingin kita bawa satu tuntutan akbar yang mewakili aspirasi mahasiswa turunkan Prabowo-Gibran,” ungkapnya.

Sejumlah pengguna jalan yang melintas juga memberikan dukungan dengan membunyikan klakson disepanjang Jalan jenderal Sudirman,

Setelah melakukan demo di balaikota Solo mahasiswa  berjalan menuju Bundaran Gladak, bahkan sejumlah mahasiswa nekat menaiki patung Jenderal Sudirman sambil membawa baliho besar berisi protes.

Hasan menjelaskan, mahasiswa menuntut Prabowo-Gibran mundur karena pemerintah dinilai belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.

Mereka juga mempersoalkan alokasi anggaran pemerintah yang, menurut mereka, justru mengarah pada program yang tidak lebih mendesak dibandingkan penanganan bencana yang menyengsarakan masyarakat.

“Dengan lingkupnya isu karhutla hari ini bahkan belum menemui solusinya. Bahkan belum ditetapkan bencana nasional. Anggaran kita malah dialokasikan pada isu tidak urgent,” jelasnya.

Selain penanganan karhutla, mahasiswa UNS juga menyoroti janji kampanye Prabowo-Gibran, bahkan upaya mahasiswa  dalam menyampaikan aspirasinya belum mendapatkan respon dari pemerintah.(Tyo)







 




 




 

Berita Terkait