Curabitur
Surakartaraya.com- Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo terlihat sejak pukul 15.00 berkumpul di depan Balaikota Surakata untuk menggelar aksi demonstrasi, Kamis (22/10)
Aksi
Demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa ini menuntut Prabowo-Gibran untuk
mundur karena menilai pemerintah gagal menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
di Kalimantan.
Massa aksi
meneriakkan yel-yel dan menyampaikan orasi di depan Balaikota Surakarta.
Setelah itu, mereka melakukan long march menuju Perempatan Gladak.
Dirjen Aksi
Propaganda UNS, Hasan Yusnindar, mengatakan aksi tersebut membawa satu tuntutan
utama, yakni mendesak Prabowo-Gibran turun dari jabatannya.
“Hari ini
mahasiswa UNS turun ke jalan untuk menyuarakan apa yang seharusnya kita
suarakan. Yaitu tuntutan utama yang ingin kita bawa satu tuntutan akbar yang
mewakili aspirasi mahasiswa turunkan Prabowo-Gibran,” ungkapnya.
Sejumlah
pengguna jalan yang melintas juga memberikan dukungan dengan membunyikan
klakson disepanjang Jalan jenderal Sudirman,
Setelah
melakukan demo di balaikota Solo mahasiswa berjalan menuju Bundaran Gladak, bahkan
sejumlah mahasiswa nekat menaiki patung Jenderal Sudirman sambil membawa baliho
besar berisi protes.
Hasan
menjelaskan, mahasiswa menuntut Prabowo-Gibran mundur karena pemerintah dinilai
belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.
Mereka juga
mempersoalkan alokasi anggaran pemerintah yang, menurut mereka, justru mengarah
pada program yang tidak lebih mendesak dibandingkan penanganan bencana yang
menyengsarakan masyarakat.
“Dengan
lingkupnya isu karhutla hari ini bahkan belum menemui solusinya. Bahkan belum
ditetapkan bencana nasional. Anggaran kita malah dialokasikan pada isu tidak
urgent,” jelasnya.
Selain
penanganan karhutla, mahasiswa UNS juga menyoroti janji kampanye Prabowo-Gibran,
bahkan upaya mahasiswa dalam
menyampaikan aspirasinya belum mendapatkan respon dari pemerintah.(Tyo)
Your email address will not be published. Required fields are marked *