Aksi Demo Mahasiswa di Semarang Memanas, Massa Saling Berhadapan dengan Aparat Keamanan

- 22 Oktober 2026 | 18:45
IMG
Massa dari BEM Semarang Raya berhadap-hadapan dengan polisi saat aksi di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (22/10) (Dok. surakartaraya.com)

Surakartaraya.com, Semarang-   Aksi demonstrasi serupa juga dilakukan oleh  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (22/10)

Kritik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disuarakan mahasiswa. Mereka menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa mengenakan jas almamater membawa poster berisi desakan pemberantasan mafia hutan dan penuntasan kasus pembalakan liar. Poster bertuliskan “All Eyes on Karhutla” dan “Save Kalimantan” juga terlihat di antara massa sebagai bentuk sorotan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Salah serang peserta aksi, Lira, 19 tahun, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), menilai kondisi pemerintahan saat ini memprihatinkan. Menurutnya, sejumlah persoalan belum ditangani secara maksimal meski pemerintahan telah berjalan selama dua tahun.

“Jujur kalau dari pandangan aku sebagai warga biasa dan juga mahasiswa ini kacau banget sih, Kak. Dia baru menjabat dua tahun tapi udah sekacau ini,” ujar Lira saat di tengah aksi, Kamis (22/10).

Setelah sebelumnya memusatkan aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dengan berorasi dan membakar ban, massa mahasiswa kini mulai bergerak bergeser ke arah utara.

Namun, pergerakan massa menuju kawasan Lapangan Simpang Lima maupun ke arah Taman Indonesia Kaya langsung mendapat penghadangan ketat dari aparat kepolisian.

Suasana tegang mewarnai pertemuan tatap muka langsung antara barisan mahasiswa dan barikade polisi.

Tampak sejumlah mahasiswa berdiri berhadapan sangat dekat dengan tameng petugas, bahkan sesekali melempar tendangan dan pukulan ke tameng aparat.

Dalam aksi ini, sebanyak 2.901 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan situasi. Pengamanan difokuskan di sejumlah titik strategis Kota Semarang, mulai dari Kantor Gubernur Jawa Tengah hingga kawasan Simpang Lima dan Tugu Muda. (Tyo)

 

Berita Terkait