Curabitur
Surakartaraya.com, Semarang- Aksi demonstrasi serupa juga dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (22/10)
Kritik terhadap
dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran
Rakabuming Raka disuarakan mahasiswa. Mereka menyoroti penanganan kebakaran
hutan dan lahan (karhutla) hingga kebijakan pemerintah yang dinilai perlu
dievaluasi.
Dalam aksi
tersebut, sejumlah mahasiswa mengenakan jas almamater membawa poster berisi
desakan pemberantasan mafia hutan dan penuntasan kasus pembalakan liar. Poster
bertuliskan “All Eyes on Karhutla” dan “Save Kalimantan” juga terlihat di
antara massa sebagai bentuk sorotan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Salah serang
peserta aksi, Lira, 19 tahun, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES),
menilai kondisi pemerintahan saat ini memprihatinkan. Menurutnya, sejumlah
persoalan belum ditangani secara maksimal meski pemerintahan telah berjalan
selama dua tahun.
“Jujur kalau
dari pandangan aku sebagai warga biasa dan juga mahasiswa ini kacau banget sih,
Kak. Dia baru menjabat dua tahun tapi udah sekacau ini,” ujar Lira saat di
tengah aksi, Kamis (22/10).
Setelah
sebelumnya memusatkan aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dengan berorasi
dan membakar ban, massa mahasiswa kini mulai bergerak bergeser ke arah utara.
Namun,
pergerakan massa menuju kawasan Lapangan Simpang Lima maupun ke arah Taman
Indonesia Kaya langsung mendapat penghadangan ketat dari aparat kepolisian.
Suasana tegang
mewarnai pertemuan tatap muka langsung antara barisan mahasiswa dan barikade
polisi.
Tampak sejumlah
mahasiswa berdiri berhadapan sangat dekat dengan tameng petugas, bahkan
sesekali melempar tendangan dan pukulan ke tameng aparat.
Dalam aksi ini,
sebanyak 2.901 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan situasi.
Pengamanan difokuskan di sejumlah titik strategis Kota Semarang, mulai dari
Kantor Gubernur Jawa Tengah hingga kawasan Simpang Lima dan Tugu Muda. (Tyo)
Your email address will not be published. Required fields are marked *