Curabitur
Surakartaraya.com - Keluarga korban Wisnu Adi Prasetyo, siswa SMPN 2 Sumberlawang, Sragen yang tewas di toilet mengambil langkah hukum dengan menunjuk kuasa hukum untuk mengawal proses penyidikan sekaligus menuntut keadilan atas peristiwa tragis tersebut.
“Pihak keluarga
korban mendatangi kantornya pada Kamis kemarin untuk menyampaikan berbagai
keluhan, terutama terkait minimnya transparansi penanganan kasus sejak awal
kejadian,” ujar Kuasa hukum keluarga korban, Asri Purwanti, Minggu (12/4).
Menurutnya,
keluarga baru mendapatkan salinan dokumen setelah meminta bantuan dirinya untuk
berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan
kurangnya keterbukaan dalam penanganan perkara.
“Kami juga
menyoroti belum ditahannya pelaku yang masih berstatus anak. Berdasarkan
ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan
Pidana Anak, penahanan tetap dimungkinkan apabila ancaman hukuman diatas tujuh
tahun, terlebih dalam kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia,”
tegasnya.
Dia mengatakan
kasus ini fatal karena menyebabkan korban meninggal. Seharusnya pelaku bisa
ditahan untuk kepentingan pembinaan dan memberikan efek jera.
“Jika pelaku
tidak ditahan, dikhawatirkan tidak ada efek pembelajaran, baik bagi pelaku
maupun lingkungan sekitar. Karena itu, pihaknya mendesak agar pelaku segera
diamankan dan mendapatkan pembinaan yang layak, bukan hanya pengawasan di
rumah,” kata dia.
Ia berencana
mengajukan hearing ke DPRD Sragen guna meminta evaluasi menyeluruh terhadap
sistem pengawasan di sekolah, termasuk dugaan adanya jam kosong yang memicu
peristiwa tersebut.
“Kami akan
ajukan hearing ke DPRD. Ini bukan kejadian pertama. Harus ada evaluasi serius,
baik dari sekolah maupun Dinas Pendidikan,” katanya.
Ia bahkan
mendorong adanya sanksi tegas terhadap pihak sekolah jika terbukti lalai,
termasuk kemungkinan mutasi kepala sekolah maupun tindakan disiplin terhadap
guru.
“Kami juga
mempertanyakan lambannya penanganan korban saat kejadian. Berdasarkan
keterangan keluarga, korban sempat dibawa ke kelas dan UKS sebelum akhirnya
dilarikan ke fasilitas kesehatan menggunakan sepeda motor. Kenapa tidak segera
ditangani dengan cepat dan maksimal? Ini menyangkut nyawa anak,” tandasnya.
(IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *