Tradisi Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

- 23 Februari 2026 | 14:07
IMG
Pengurus Masjid Darussalam bagikan Bubur Samin. (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Ratusan warga mengantre bubur Samin gratis khas Banjar yang dibagikan Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo selama sebulan penuh sepanjang Ramadan.

Bubur Samin sudah resmi ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh Kementerian Kebudayaan.

“Tradisi pembagian bubur samin ini sudah mengakar sejak 1985 bisa terus lestari sampai saat ini,” ujar Wakil Wali Solo, Astrid Widayani, Minggu (22/2).

Dia menyebut, tradisi yang sudah mengakar sebagai akulturasi budaya dari pendatang asli Banjar, Kalimantan Selatan itu tumbuh menjadi sebuah tradisi baru yang berbaur dengan kehidupan masyarakat asli Solo. 

“Ini buktinya hidupnya semangat toleransi di Solo yang sudah mengakar sejak lama. Warga asli Banjar yang sudah tinggal menetap di Solo bisa berbaur dengan masyarakat lokal,” katanya.

Ia menjelaskan eksistensi kebudayaan yang muncul dari warga keturunan Banjar di sekitar Masjid Darussalam Jayengan itu akhirnya diakui oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. 

“Pada Oktober 2025 lalu, aktivitas berbagi Bubur Samin khas Banjar ini diakui sebagai warisan budaya tak benda bersamaan dengan berbagai 13 item kebudayaan lainnya. Kita harus lestarikan,” kata dia.

Ketua Panitia Ramadhan Masjid Darussalam Jayengan Solo, Nur Cholis mengatakan setiap harinya Panitia Ramadhan Masjid Darussalam Solo menyiapkan 1.500 porsi Bubur Samin pada setiap harinya. 

“Sebagian besar atau 1.200 porsi dibagikan pada warga dari siang hingga sore hari. Sementara sebagian kecil lainnya atau 300 porsi disantap bersama saat berbuka puasa bersama kopi khas yang disediakan khusus untuk jamaah yang hendak berbuka di masjid setempat,” kata Nur.

Ia mengatakan pihaknya bersyukur mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota baik secara logistik dalam penyiapan Bubur Samin maupun dalam pengajuan sebagai warisan budaya tak benda baru-baru ini. 

"Bubur Samin telah dinyatakan sebagai warisan budaya tak benda tahun 2025. Kita harus lestarikan bersama,” kata dia. (IM).


 

Berita Terkait