Curabitur
Surakartaraya.com- Ratusan warga mengantre bubur Samin gratis khas Banjar yang dibagikan Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo selama sebulan penuh sepanjang Ramadan.
Bubur Samin
sudah resmi ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh Kementerian Kebudayaan.
“Tradisi
pembagian bubur samin ini sudah mengakar sejak 1985 bisa terus lestari sampai
saat ini,” ujar Wakil Wali Solo, Astrid Widayani, Minggu (22/2).
Dia menyebut,
tradisi yang sudah mengakar sebagai akulturasi budaya dari pendatang asli
Banjar, Kalimantan Selatan itu tumbuh menjadi sebuah tradisi baru yang berbaur
dengan kehidupan masyarakat asli Solo.
“Ini buktinya
hidupnya semangat toleransi di Solo yang sudah mengakar sejak lama. Warga asli
Banjar yang sudah tinggal menetap di Solo bisa berbaur dengan masyarakat
lokal,” katanya.
Ia menjelaskan
eksistensi kebudayaan yang muncul dari warga keturunan Banjar di sekitar Masjid
Darussalam Jayengan itu akhirnya diakui oleh Kementerian Kebudayaan Republik
Indonesia.
“Pada Oktober
2025 lalu, aktivitas berbagi Bubur Samin khas Banjar ini diakui sebagai warisan
budaya tak benda bersamaan dengan berbagai 13 item kebudayaan lainnya. Kita
harus lestarikan,” kata dia.
Ketua Panitia
Ramadhan Masjid Darussalam Jayengan Solo, Nur Cholis mengatakan setiap harinya
Panitia Ramadhan Masjid Darussalam Solo menyiapkan 1.500 porsi Bubur Samin pada
setiap harinya.
“Sebagian besar
atau 1.200 porsi dibagikan pada warga dari siang hingga sore hari. Sementara
sebagian kecil lainnya atau 300 porsi disantap bersama saat berbuka puasa
bersama kopi khas yang disediakan khusus untuk jamaah yang hendak berbuka di
masjid setempat,” kata Nur.
Ia mengatakan
pihaknya bersyukur mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota baik secara
logistik dalam penyiapan Bubur Samin maupun dalam pengajuan sebagai warisan
budaya tak benda baru-baru ini.
"Bubur
Samin telah dinyatakan sebagai warisan budaya tak benda tahun 2025. Kita harus
lestarikan bersama,” kata dia. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *