Terima Kunjungan Dubes Belanda, Respati Bahas Pengembalian Artefak Sejarah

- 28 Januari 2026 | 11:56
IMG
Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kunjungan Dubes Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di Loji Gandrung. (Dok.Tim Walkot Respati)

Surakartaraya.com- Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di rumah dinasnya, Loji Gandrung. Selasa (27/1)

Respati pada pertemuan tersebut meminta pemerintah Belanda mengembalikan artefak Museum Radya Pustaka Solo.

Ia mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Pemerintah Belanda memiliki tujuan yang sama yakni menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai pondasi kota ke depan. 

Ia mengatakan pihaknya mempunyai kesamaan visi tentang sejarah di Kota Solo.

“Tentunya sangat berhubungan erat dengan pemerintah Belanda. Dan kita ada mutual cooperation antara Pemerintah Kota Surakarta dengan penduduk besar Belanda terkait short course yang fokusnya terhadap sejarah, arsip-arsip negara dan arsip sejarah yang akan kita kerjasamakan ke depan,” kata Respati. 

Menurutnya, hal ini akan sangat menguntungkan bagi Kota Surakarta. Tak hanya itu, ia juga sedang mengupayakan pengembalian artefak dari peninggalan sejarah asal Solo yang berada di Belanda. 

“Artefak yang sedang diusahakan kembali ke Kota Bengawan seperti manuskrip, arca, gamelan, tosan aji, berbagai jenis wayang dan lainnya,” kata dia.

Ia menambahkan setelah dikembalikan, artefak itu nanti akan diletakan di Museum Radya Pustaka untuk melengkapi peninggalan Solo seperti Canthik Rajamala, senjata dan alat tradisional lainnya. 

“Ada salah satu surat yang kami berkirim kepada penduduk besar Belanda untuk memohon kembali karena ada barang-barang dari kolektor barang milik Kota Surakarta yang sedang kita mohon dikembalikan,” ucap dia.

Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen memastikan akan ikut andil untuk menjaga sejarah dan budaya Kota Solo. 

“Mengingat hubungan Belanda dan Solo yang sudah terjalin lama, dia harap apa yang menjadi kebutuhan Surakarta bisa terealisasi,” pungkasnya. (IM)