Curabitur
Surakartaraya.com- Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di rumah dinasnya, Loji Gandrung. Selasa (27/1)
Respati pada
pertemuan tersebut meminta pemerintah Belanda mengembalikan artefak Museum
Radya Pustaka Solo.
Ia mengatakan
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Pemerintah Belanda memiliki tujuan yang sama
yakni menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai pondasi kota ke depan.
Ia mengatakan
pihaknya mempunyai kesamaan visi tentang sejarah di Kota Solo.
“Tentunya
sangat berhubungan erat dengan pemerintah Belanda. Dan kita ada mutual
cooperation antara Pemerintah Kota Surakarta dengan penduduk besar Belanda
terkait short course yang fokusnya terhadap sejarah, arsip-arsip negara dan
arsip sejarah yang akan kita kerjasamakan ke depan,” kata Respati.
Menurutnya, hal
ini akan sangat menguntungkan bagi Kota Surakarta. Tak hanya itu, ia juga
sedang mengupayakan pengembalian artefak dari peninggalan sejarah asal Solo
yang berada di Belanda.
“Artefak yang
sedang diusahakan kembali ke Kota Bengawan seperti manuskrip, arca, gamelan,
tosan aji, berbagai jenis wayang dan lainnya,” kata dia.
Ia menambahkan
setelah dikembalikan, artefak itu nanti akan diletakan di Museum Radya Pustaka
untuk melengkapi peninggalan Solo seperti Canthik Rajamala, senjata dan alat
tradisional lainnya.
“Ada salah satu
surat yang kami berkirim kepada penduduk besar Belanda untuk memohon kembali
karena ada barang-barang dari kolektor barang milik Kota Surakarta yang sedang
kita mohon dikembalikan,” ucap dia.
Duta Besar
(Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen memastikan akan ikut andil
untuk menjaga sejarah dan budaya Kota Solo.
“Mengingat
hubungan Belanda dan Solo yang sudah terjalin lama, dia harap apa yang menjadi
kebutuhan Surakarta bisa terealisasi,” pungkasnya. (IM)
Your email address will not be published. Required fields are marked *