Curabitur
Surakartaraya.com- Wamendagri Bima Arya Sugiarto merespon terkait rendahnya realisasi belanja daerah, dan membiarkan uang nganggur di bank hingga mencapai Rp 234 triliun.
Ia membenarkan
jika belanja daerah saat ini masih dibawah tahun lalu, berkurang 3 persen atau
4 persen dibanding tahun lalu.
“Pemerintah
pusat dalam hal ini Kemendagri dan Kemenkeu ini ingin agar pemda menggerakkan
roda ekonomi. Jadi jangan sampai kemudian uang yang dialokasikan untuk pemda
ini tidak bergerak karena proses untuk kegiatannya lambat, bisa gagal lelang,
gagal dalam perencanaan dan lainnya begitu,” ujar Bima di Balai Kota Solo, Rabu
(22/10).
Baik Mendagri
dan Menkeu, kata dia, mendorong agar belanja daerah maksimal.
“Saya yakin
kepala daerah tidak sengaja (uang nganggur bank), tapi banyak faktor yang
membuat uang itu tidak berputar karena angka menunjukkan bahwa belanja daerah
saat ini masih dibawah tahun lalu, berkurang 3 persen atau 4 persen dibanding
tahun lalu,” tegas dia.
Dia pun ikut
menelusuri ke daerah untuk menanyakan kendalanya apa. Untuk kendala ditiap
daerah pastinya berbeda-beda.
“Makanya tadi
saya tanya, kalau di Solo kendalanya apa. Disetiap daerah pasti kita tanya
kendalanya apa tidak maksimal belanjanya. Ada yang hanya menunggu realisasi
pencairan misalnya, ada yang karena ketidaksesuaian antara perencanaan dan
kegiatan fisik itu. Jadi satu satu dilihat,” kata dia.
Dia menambahkan
target minimal harus sama dengan tahun lalu dan tidak boleh berkurang
belanjanya.
“Ya targetnya
minimal harus sama dengan tahun lalu (realisasi belanja daerah), tidak boleh
berkurang belanjanya. Jadi ini saatnya untuk menyehatkan APBD yang lebih
bermanfaat,” kata dia. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *