Temui Respati, Wamendagri Bima Arya Minta Serapan Anggaran Pemda Bisa Gerakan Roda Ekonomi

- 22 Oktober 2025 | 11:21
IMG
Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat memberikan ketereangan kepada media. (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Wamendagri Bima Arya Sugiarto merespon terkait rendahnya realisasi belanja daerah, dan membiarkan uang nganggur di bank hingga mencapai Rp 234 triliun.

Ia membenarkan jika belanja daerah saat ini masih dibawah tahun lalu, berkurang 3 persen atau 4 persen dibanding tahun lalu.

“Pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri dan Kemenkeu ini ingin agar pemda menggerakkan roda ekonomi. Jadi jangan sampai kemudian uang yang dialokasikan untuk pemda ini tidak bergerak karena proses untuk kegiatannya lambat, bisa gagal lelang, gagal dalam perencanaan dan lainnya begitu,” ujar Bima di Balai Kota Solo, Rabu (22/10).

Baik Mendagri dan Menkeu, kata dia, mendorong agar belanja daerah maksimal. 

“Saya yakin kepala daerah tidak sengaja (uang nganggur bank), tapi banyak faktor yang membuat uang itu tidak berputar karena angka menunjukkan bahwa belanja daerah saat ini masih dibawah tahun lalu, berkurang 3 persen atau 4 persen dibanding tahun lalu,” tegas dia.

Dia pun ikut menelusuri ke daerah untuk menanyakan kendalanya apa. Untuk kendala ditiap daerah pastinya berbeda-beda. 

“Makanya tadi saya tanya, kalau di Solo kendalanya apa. Disetiap daerah pasti kita tanya kendalanya apa tidak maksimal belanjanya. Ada yang hanya menunggu realisasi pencairan misalnya, ada yang karena ketidaksesuaian antara perencanaan dan kegiatan fisik itu. Jadi satu satu dilihat,” kata dia.

Dia menambahkan target minimal harus sama dengan tahun lalu dan tidak boleh berkurang belanjanya.

“Ya targetnya minimal harus sama dengan tahun lalu (realisasi belanja daerah), tidak boleh berkurang belanjanya. Jadi ini saatnya untuk menyehatkan APBD yang lebih bermanfaat,” kata dia. (IM).


 

Berita Terkait