Raih Peringkat Kedua Porprov Jateng 2026, Solo Bawa Pulang 79 Emas

- 02 November 2026 | 23:10
IMG
Ketua Umum KONI Solo, Her Suprabu bersama jajaran pengurus KONI Kota Surakarta saat memberikan keterangan pers. (Dok. surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Kontingen Kota Surakarta peringkat kedua dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di kawasan Semarang Raya. 

Hasil itu diraih setelah membawa pulang 79 medali emas, 72 perak, dan 70 perunggu.

Atas hasil tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta menyiapkan program pembinaan jangka panjang untuk mempertahankan prestasi hingga Porprov 2030.

Ketua Kontingen Surakarta atau Chief de Mission (CdM), Supriyanto, mengatakan para atlet telah berjuang maksimal sejak masa persiapan hingga pertandingan berakhir.

“Pencapaian hasil ini.merupakan hasil kerja bersama atlet, pelatih, manajer, dan jajaran KONI Surakarta yang terus melakukan pemantauan serta evaluasi selama kompetisi berlangsung,” ujar Supriyanto dalam konferensi Senin (2/11).

Ia mengatakan capaian tersebut melampaui target yang telah disepakati bersama jajaran KONI, pelatih, dan manajer. Pada Porprov sebelumnya, Surakarta berada di peringkat ketiga dengan raihan sekitar 73 medali emas.

Supriyanto juga menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan atlet menjadi prioritas selama penyelenggaraan kompetisi. Pemantauan dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari kondisi kesehatan, konsumsi, hingga tempat tinggal atlet.

“Kami bersyukur seluruh kontingen dapat kembali dengan selamat tanpa kejadian yang membahayakan atlet selama mengikuti pertandingan,” katanya.

Ketua Umum KONI Solo, Her Suprabu, mengatakan sejumlah cabang olahraga (cabor) menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan. Meski masih ada beberapa cabor yang belum memenuhi target, hasil Porprov 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk persiapan menghadapi Porprov XVIII di wilayah Kedu Raya pada 2030.

“Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemberian insentif kepada atlet peraih medali emas yang masih berpotensi membela Surakarta pada kompetisi mendatang,” kata Her

Dia berharap atlet-atlet yang masih berpotensi ke depan tetap membela nama harum Kota Surakarta. Salah satu program yang belum pernah dilaksanakan pengurus sebelumnya adalah memberikan insentif selama menjelang Porprov 2030. 

“Program tersebut diharapkan dapat menjaga motivasi atlet sekaligus memperkuat ikatan mereka dengan Kota Surakarta. Namun, pemberian insentif akan mempertimbangkan persyaratan dan potensi atlet untuk kembali memperkuat kontingen,” katanya.

Her Suprabu mencontohkan sejumlah cabor yang berhasil melampaui target. Panahan meningkat dari target tiga menjadi tujuh medali emas, sedangkan judo naik dari target satu menjadi lima medali emas.

Capaian tersebut menjadi bahan penting untuk menentukan prioritas pembinaan sekaligus mengevaluasi efektivitas program latihan yang selama ini dijalankan.

KONI Solo, kata dia, juga tengah menyiapkan Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai pedoman pembinaan dan pengembangan olahraga hingga 2030. Penyusunan konsep DOD dilakukan bersama Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS).

Her Suprabu menyebut secara konsep, DOD telah disiapkan dengan menetapkan 20 cabang olahraga unggulan sebagai salah satu fokus pembinaan.

Melalui desain tersebut, KONI akan menyusun skala prioritas berdasarkan potensi dan perkembangan prestasi setiap cabor. Cabang olahraga yang menunjukkan hasil baik akan memperoleh perhatian lebih, sedangkan capaian seluruh cabor tetap dievaluasi secara berkala.

KONI juga akan menyelaraskan program Pusat Latihan Kota (Puslatkot) dengan hasil penyusunan DOD agar pembinaan berjalan lebih terarah.

“Solo tetap mengedepankan pembinaan atlet-atlet muda. Keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) mendukung pembibitan atlet,” kata Her Suprabu. (IM).

Berita Terkait