Curabitur
Surakartaraya.com- Seorang pesepeda Aching Subagiyo (49), warga Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo tewas usai tertemper KA Batara Kresna relasi Stasiun Purwosari-Stasiun Wonogiri, Selasa (18/8).
Akibat kejadian tersebut KA Batara Kresna tidak mengalami gangguan dan bisa melanjutkan perjalanan.
“Kejadian tersebut terjadi pukul pukul 12.35 WIB, saat Batara Kresna relasi Wonogiri-Purwosari melintas di Km 6+582 di JPL 6 tiba-tiba masuk jalur kereta,” kata Feni
Dia mengatakan seluruh awak KA dalam kondisi selamat dan aman melanjutkan perjalanan pada pukul 12.36 WIB. Selanjutnya penemper ditangani oleh Polsek Polokarto, Sukoharjo.
“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan diharapkan tidak terjadi di kemudian hari,” kata dia.
Ia menghimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku dan tidak beraktivitas di sekitar jalur KA karena berpotensi tinggi risiko.
Masyarakat juga diimbau tidak menggunakan lagi perlintasan yang sudah ditutup.
“KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengimbau masyarakat pengguna jalan agar tidak membuat perlintasan liar baru. Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Kapolsek Polokarto AKP, Aris Joko Narimo, menambahkan akibat kecelakaan itu, tubuh korban sempat terpental sekira 40 meter. Tubuh korban kemudian mendarat di dalam selokan dekat rel.
“Warga yang melihat kejadian itu kemudian melaporkan ke pihak berwajib. Kami datang bersama tim medis, dan menyatakan korban meninggal dunia,” kata Aris.
Dia menyebut korban meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Ir. Soekarno. Untuk perlintasan tersebut sebenarnya telah ditutup portal permanen.
“Korban kurang
memperhatikan rambu-rambu peringatan batas ketinggian (clearance) yang dipasang
beberapa meter sebelum struktur portal hingga tertemper KA Batara Kresna,”
pungkasnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *