Peringatan Hari Berdirinya Negara UEA ke-54, Jokowi Disambut Tarian Tongkat

- 03 Desember 2025 | 08:18
IMG
Presiden Jokowi dan Dubes UEA di Masjid Syekh Zayed Solo. (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Nasional atau berdirinya negara Uni Emirat Arab (UEA) ke-54 di Masjid Syekh Zayed Solo, Selasa (2/12) malam.

Kedatangan Jokowi dan Dubes UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri disambut tarian Al-Ayyala atau tarian tongkat khas tradisional UEA dari puluhan orang. Tarian itu melambangkan kesatuan dan kekuatan.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Pura Mangkunegaran KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. 

Diketahui Jokowi sangat dekat dengan pangeran UEA selama dua periode menjabat presiden. Karena kedekatan tersebut, pangeran UEA sampai menghadiahkan masjid megah di Solo bernama Masjid Syekh Zayed Solo.

Wali Kota Respati mengatakan peringatan Hari Nasional UEA bukan sekadar acara seremonial, tetapi momentum penting memperkuat hubungan kedua negara.

“Kerja sama antarbangsa tidak hanya dibangun melalui diplomasi politik dan ekonomi, tetapi juga melalui ikatan nilai kemanusiaan, keagamaan, dan kebudayaan,” ujar Respati.

Ia menyebut hubungan Indonesia dan UEA membawa keberkahan serta manfaat bagi masyarakat Solo. Pemkot Solo juga merasakan llangsung manfaat dari kedekatan hubungan Indonesia–UEA.

“Ini bukan hanya simbol. Masjid Sheikh Zayed dan RS Kardiologi adalah contoh nyata fasilitas yang meningkatkan kualitas layanan publik bagi warga,” ucapnya.

“Hubungan internasional bisa diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan, keberkahan, dan kedamaian,” katanya.

Dubes UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri, mengatakan pihaknya apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta atas dukungan terhadap berbagai program kerja sama antara Indonesia dan UEA.

“Kami apresiasi kerjasama UEA dan Indonesia. Hubungan diplomatik Indonesia–UEA telah berlangsung sejak 1976 dan berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir,” ujar Salem.

Ia menambahkan kolaborasi kedua negara mencakup sektor perdagangan, energi, pendidikan, investasi, hingga pembangunan infrastruktur. (IM).




 

Berita Terkait