Dikaitkan Kasus Korupsi Kuota Haji, Jokowi: Tidak Ada Perintah Korupsi

- 04 Februari 2026 | 14:41
IMG
Presiden ke-7 Jokowi. (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) merespon terkait namanya dikaitkan kasus dugaan korupsi kuota haji. Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan setiap kasus apapun pasti namanya dikaitkan.

“Ya disetiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya,” kata Jokowi, Senin (2/2).

Dia menegaskan apapun program kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden pasti dari arahan presiden. Karena apapun program kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden pasti dari arahan presiden. 

Dia menegaskan tidak ada perintah dari dirinya untuk menteri melakukan korupsi.

“Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan (menteri) untuk korupsi, nggak ada. Ya, memang itu (kuota haji) kebijakan dari presiden. Memang itu arahan dari presiden,” pungkasnya.

Diketahui, Mantan Menpora, Dito Ariotedjo, rampung menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi dugaan korupsi kuota haji pada Jumat (23/1). Dalam pemeriksaan itu, Dito mengaku dicecar soal kunjungan kerja Presiden ke-7 RI, Jokowi, ke Arab Saudi. 

Kunker Jokowi ke Arab Saudi ini diketahui terjadi pada 2023 silam. Penambahan kuota haji yang saat ini menjadi persoalan didapat dari Pemerintah Arab Saudi setelah kunker tersebut.

"Secara garis besar, memang yang dipertanyakan, ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail," ujar Dito. (IM)




 

Berita Terkait