Bertemu dengan Prabowo, Jokowi: Bicara Soal Situasi Global

- 01 Februari 2026 | 15:37
IMG
Jokowi saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. (Dok.Istimewa)

Surakartaraya.com- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait isi pembicaraan khusus saat bertemu dengan Presiden Prabowo pada saat menjadi saksi nikah sekretaris pribadi presiden, Agung Surahman di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur pada 18 Januari 2026.

Ia mengaku bicara banyak hal saat pertemuan empat mata. Pembicaraan khusus tersebut terkait kondisi Indonesia saat ini. 

“Iya pasti ada pembicaraan khusus. Ya namanya pembicaraan khusus masa disampaikan. Ya khusus juga untuk kita, untuk saya dan Pak Prabowo,” ujar Jokowi, Jumat (30/1).

Dia mengatakan pembicaraan khusus itu salah satunya adalah soal kondisi Indonesia. Kemudian situasi global saat ini yang juga penuh dengan ketidakpastian.

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian Indonesia patut bersyukur karena perekonomian masih bisa tumbuh. 

“Saya kira kita patut bersyukur ekonomi masih tumbuh di atas lima, inflasi juga sangat terjaga. Yang paling penting itu. Karena negara-negara lain banyak yang kesulitan mengatasi dua hal tadi, pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjadi saksi dalam prosesi pernikahan Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo, Agung Surahman, dengan pasangannya Aulia Mahardiana Warsitoarti. 

Akad nikah digelar di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Minggu (18/1).

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo dan Jokowi duduk di sisi kanan dan kiri meja akad nikah. Keduanya tampak mengenakan setelan jas lengkap dengan kopiah.

Sejumlah pejabat negara turut hadir menyaksikan prosesi pernikahan tersebut. Di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara. (IM).




 

Berita Terkait