Manusia Diambang ‘Kiamat’, Jika Ketergantungan Menggunakan AI

- 05 Oktober 2025 | 22:03
IMG
Ilustrasi kecerdasan buatan. (Dok. google)

Surakartaraya.com, Tekno- Penggunaan Kecerdasan buatan (AI) bagi masyarakat terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan perkembangan jaman, tentunya dampak penggunaan ini akan berpaengaruh di semua aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga interaksi sosial.

Baru-baru ini dalam wawancara dengan Wall Street Journal, bahwa tingkat perkembangan AI saat ini diyakini sedang menuju jalan gelap yang dapat menyebabkan semacam ‘kiamat’ bagi kehidupan manusia.

Dikutip detiknet dari Futurism (5/10), Profesor Universitas Montreal Yoshua Bengjo, yang dianggap sebagai salah satu bapak AI karena karya akademisinya menjadi landasan persaingan sengit AI saat ini, mengatakan bahwa tingkat perkembangan AI saat ini diyakini menuju jalan gelap umat manusia.

“Jika kita membangun mesin yang jauh lebih pintar dari diri kita dan memiliki  tujuan pelestariannya sendiri, itu berbahaya, itu seperti menciptakan pesaing bagi umat manusia yang lebih pintar dari kita,”kata Bengjo.

Penggunaan AI akan banyak mempengaruhi, berbagai aspek seperti potensi hilangnya pekerjaan pada sektor manufaktur, layanan pelanggan, dan entri data, yang berpotensi menimbulkan pengangguran massal, selain itu dampak ketergantungan teknologi yang tidak bsia dilepaskan dari kehidupan sehari-hari yang dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dan analitis.

Di tahun 2023, Bengjo dan ratusan pakar AI lain menyerukan moratorium pengembangan AI, lantaran komunitas riset perlu waktu menetapkan dan menstandarisasi protokol keselamatan dan etika.

Seiring makin kuatnya AI, Bengjo khawatir AI belajar berperilaku curang karena dilatih meniru manusia yang akan berbohong dan menipu untuk mencoba melindungi diri mereka sendiri.

“Eksperimen terbaru menunjukakn bahwa dalam beberapa keadaan dimana AI tak punyua pilihan selain memperrtahankan diri.”lanjutnya.

Dirinya khawatir AI akan bertindak demi kepentingan sendiri diatas kepentingan penciptanya, pungkasnya.