Curabitur
Surakartaraya.com, Tekno- Penggunaan Kecerdasan buatan (AI) bagi masyarakat terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan perkembangan jaman, tentunya dampak penggunaan ini akan berpaengaruh di semua aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga interaksi sosial.
Baru-baru ini
dalam wawancara dengan Wall Street Journal, bahwa tingkat perkembangan AI saat
ini diyakini sedang menuju jalan gelap yang dapat menyebabkan semacam ‘kiamat’ bagi
kehidupan manusia.
Dikutip detiknet
dari Futurism (5/10), Profesor Universitas Montreal Yoshua Bengjo, yang
dianggap sebagai salah satu bapak AI karena karya akademisinya menjadi landasan
persaingan sengit AI saat ini, mengatakan bahwa tingkat perkembangan AI saat
ini diyakini menuju jalan gelap umat manusia.
“Jika kita
membangun mesin yang jauh lebih pintar dari diri kita dan memiliki tujuan pelestariannya sendiri, itu berbahaya,
itu seperti menciptakan pesaing bagi umat manusia yang lebih pintar dari kita,”kata
Bengjo.
Penggunaan AI
akan banyak mempengaruhi, berbagai aspek seperti potensi hilangnya pekerjaan
pada sektor manufaktur, layanan pelanggan, dan entri data, yang berpotensi
menimbulkan pengangguran massal, selain itu dampak ketergantungan teknologi
yang tidak bsia dilepaskan dari kehidupan sehari-hari yang dapat mengurangi
kemampuan berpikir kritis dan analitis.
Di tahun 2023,
Bengjo dan ratusan pakar AI lain menyerukan moratorium pengembangan AI, lantaran
komunitas riset perlu waktu menetapkan dan menstandarisasi protokol keselamatan
dan etika.
Seiring makin
kuatnya AI, Bengjo khawatir AI belajar berperilaku curang karena dilatih meniru
manusia yang akan berbohong dan menipu untuk mencoba melindungi diri mereka
sendiri.
“Eksperimen
terbaru menunjukakn bahwa dalam beberapa keadaan dimana AI tak punyua pilihan
selain memperrtahankan diri.”lanjutnya.
Dirinya khawatir
AI akan bertindak demi kepentingan sendiri diatas kepentingan penciptanya,
pungkasnya.
Your email address will not be published. Required fields are marked *