Curabitur
Surakartaraya.com- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta memastikan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah akan diselenggarakan mengikuti keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yakni pada Jumat, 20 Maret 2026.
Salat Idul
Fitri di Kota Solo tersebut akan digelar di 103 titik tersebar di berbagai
wilayah Kota Bengawan.
Ketua Majelis
Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Surakarta, Ahmad Sukidi mengatakan persiapan
teknis telah dilakukan secara matang. Koordinasi intensif dengan Korps Mubaligh
Muhammadiyah dilakukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah di
seluruh titik.
“Koordinasi
bersama Korps Mubaligh Muhammadiyah Kota Surakarta telah dilaksanakan pada 15
Maret, sekaligus penugasan mubaligh untuk pelaksanaan Salat Idulfitri,” ujar
Sukidi, Jumat (20/3).
Dikatakannya,
materi khotbah Idul Fitri juga telah disusun secara seragam. Naskah khotbah
disusun oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas, kemudian ditelaah oleh
Majelis Tarjih sebelum mendapatkan koreksi akhir dari pimpinan daerah.
"Tahun ini
tema khotbah adalah “Mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”, yang
akan disampaikan serentak di seluruh titik pelaksanaan," ucap dia.
Ia berharap
seluruh rangkaian ibadah Idul Fitri dapat berlangsung khidmat, tertib, dan
diikuti masyarakat dengan penuh kekhusyukan. Sukidi juga mengajak umat Islam
untuk mempertahankan semangat ibadah yang telah dibangun selama Ramadan.
“Tetaplah
semangat dalam beribadah, bersedekah, membaca Al-Qur’an, dan beramal saleh.
Jadilah pribadi yang memberi manfaat bagi sesama,” ucap dia.
Sukidi
menambahkan, semangat kebersamaan dan kebaikan diharapkan dapat mewujudkan
masyarakat yang damai, sejahtera, dan diridhai Allah SWT. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *