LDII Solo Gandeng Disnaker dan Solo Technopark, Buka Peluang Dunia Kerja

- 29 Juni 2026 | 11:10
IMG
LDII Solo bekerjasama dengan Disnakertrans Solo dan Solo technopark. (Dok. Surakartarya.com)

Surakartaraya.com- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surakarta memberi peluang kerja bagi generasi muda dengan menggandeng Disnaker dan Solo Tecknopark .

Kegiatan tersebut menjadi wadah pembekalan generasi muda yang telah lulus SMA untuk memasuki dunia kerja maupun wirausaha.

Cara yang dilakukan yakni mengajak sekitar 1.000 generasi muda yang baru lulus SMA dari berbagai wilayah di Solo untuk mengikuti Pengajian Usia Mandiri di Masjid Baitul A’la, kawasan Ponpes Budi Utomo Solo, Minggu (28/6).

“Kegiatan ini menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan BLUD Solo Technopark ini sebagai upaya memberikan informasi sekaligus persiapan menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Ketua DPD LDII Kota Surakarta, Muhammad Zain, Minggu (28/6).

Dikatakannya, pengajian usia mandiri ini bertujuan memberikan informasi bagi adik-adik yang sudah lulus SMA ke atas untuk berkesempatan memasuki dunia pekerjaan secara profesional dan religius.

Dia juga memaparkan, sebelum materi dari Disnaker dan Solo Technopark diberikan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan keagamaan terkait etika dan tanggung jawab dalam bekerja.

Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, profesionalisme, serta komitmen dalam menjalankan pekerjaan menjadi dasar penting yang harus dimiliki generasi muda.

Muhammad Zain menilai tantangan generasi muda saat ini cukup besar, terutama karena banyak yang lebih tertarik pada pekerjaan fleksibel dibanding pekerjaan formal yang terikat.

Karena itu, LDII juga memberikan berbagai alternatif pelatihan seperti digital marketing dan afiliasi, sesuai minat peserta.

“Kami buat kolam-kolam pelatihan sesuai minat mereka. Kalau ingin jadi afiliator, kita datangkan pelatih profesional. Kalau tertarik digital marketing, kita fasilitasi juga,” katanya.

Ketua LDII yang juga sebagai advokat itu menyebut, selama ini minat terbesar generasi muda LDII lebih banyak mengarah ke wirausaha, terutama bisnis online shop seperti fashion, sepatu, hingga parfum.

Bahkan, menurutnya lebih dari 50 persen peserta yang sebelumnya mengikuti program pembinaan kini sudah mampu mandiri dan menjalankan usaha sendiri.

“Yang sudah berhasil berwirausaha, tugas kami berikutnya adalah membantu mereka scale up, terutama dalam penataan keuangan dan pengembangan usaha,” jelasnya.

Muhammad Zain menambahkan, konsistensi menjadi evaluasi utama dalam setiap program pelatihan. Karena itu, peserta diwajibkan menandatangani komitmen agar mengikuti pelatihan hingga selesai.

Melalui kegiatan ini, LDII Solo berharap bisa ikut berkontribusi menekan angka pengangguran di Kota Surakarta sekaligus melahirkan generasi muda yang siap kerja, mandiri, dan berdaya saing.

Adapun pembicara dari Disnaker dan BLUD Solo Tecknopark yang menyampaikan materi yakni Kepala Bidang Perencanaan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Kris Dwi Tanti STMT dan Susilo Budi Arianto ST selaku Manager Dukungan Bisnis Pelayanan dan Pengembangan. (IM).

 

Berita Terkait