Ini Penyebab Harga Bitcoin Merosot Drastis

- 13 Desember 2024 | 08:00
IMG
Sumber foto: unsplash

Surakartaraya.com- Harga Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar, mengalami penurunan drastis setelah mencapai level US$ 100.000 pada awal Desember. Pada hari Senin (9/12), Bitcoin turun 5% menjadi US$ 95.519. 

 

Menurut laporan dari Coindesk pada Selasa (10/12/2024), kapitalisasi pasar kripto global juga mengalami penurunan. Bitcoin kembali jatuh ke angka US$ 95.000, menurun 5% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, Ether (ETH) mengalami penurunan sebesar 10% menjadi US$ 3.590.

 

Indeks CoinDesk20 menunjukkan bahwa beberapa aset kripto lainnya juga mengalami penurunan, dengan Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), dan XRP masing-masing turun hingga 20%.

 

Ada beberapa indikasi bahwa momentum di pasar kripto tengah menurun, termasuk berkurangnya volume perdagangan dan aksi ambil untung yang dilakukan oleh investor jangka panjang. Markus Thielen, pendiri 10x Research, menyatakan bahwa ini adalah fase konsolidasi sementara sebelum pasar kembali bullish.

 

"Para trader harus lebih memperhatikan posisi mana yang menunjukkan performa baik dan buruk, karena saat ini pasar memasuki fase di mana tidak semua aset akan terus meningkat," ujar Thielen dilansir dari Detik.

 

Dia menyarankan para trader untuk menghindari segmen yang lebih lemah dan fokus pada aset kripto yang mereka percayai. Hal ini penting agar trader dapat menavigasi pasar kripto dengan lebih efektif.

 

"Untuk menjelajahi pasar ini secara efisien, trader harus menghindari segmen yang lebih lemah dan berfokus pada posisi inti yang mereka yakini," tambahnya.

 

Di sisi lain, QCP Capital, sebuah perusahaan perdagangan aset kripto terkemuka di Singapura, dalam laporannya menyebut bahwa kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Para trader cenderung mempersiapkan posisi untuk kondisi sideways hingga akhir tahun, mengambil keuntungan dari tren bullish sebelumnya, dan berpotensi memperpanjang posisi hingga awal tahun depan.

 

"Meskipun kami tetap optimis secara struktural, harga spot kemungkinan akan tetap seperti ini selama sisa musim liburan," tulis laporan tersebut.

 

Berita Terkait