Curabitur
Surakartaraya.com- Ribuan Umat
Islam memadati acara Forum
Silaturahmi Ulama dan Tokoh Umat Islam Surakarta yang digelar di Pendopo Balai
Kota Surakarta pada Kamis (25/9) malam.
Silaturahmi
Akbar 1447 H/2025 M yang digelar ditengah hujan tidak menyurutkan antusiasme ribuan
jamaah untuk datang.
Meski
diguyur hujan, ribuan jamaah menyimak pesan persatuan dari masing-masing tokoh
dan ulama. Mereka mencari tempat yang teduh hingga memakai payung untuk
menyimak ceramah para tokoh dan ulama dengan mengusung tema “Bersatu dalam
Perbedaan Menuju Peradaban Mulia dan Doa Kebangsaan”.
Kegiatan
dimulai sejak sore dengan rangkaian ibadah, antara lain Sholat Maghrib berjamaah, doa khataman, serta pembacaan ayat suci
Al-Qur’an. Suasana penuh khidmat semakin terasa ketika lantunan ayat suci
Al-Qur’an dibacakan oleh para hafidz dan ulama, menandai dimulainya
agenda utama pada malam hari.
Walikota
Surakarta, Respati Achmad Ardianto, hadir
dan memberikan sambutan di hadapan para ulama, habaib, tokoh masyarakat, dan
peserta yang memadati pendopo.
Dalam
sambutannya, Walikota menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah serta
merawat persatuan di tengah perbedaan.
"Ukhuwah
adalah energi kebersamaan yang menjadikan kita kokoh menghadapi tantangan
karena kita saling menopang dalam iman untuk mewujudkan rahmatan lil
alamin," ujar Respati dalam sambutannya.
Lanjutnya, dirinya juga
menyampaikan rasa terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama yang selama
ini konsisten menjadi mitra pemerintah dalam membina akhlak, moral, serta
ketahanan sosial masyarakat Surakarta.
Momen
terpenting dalam acara ini adalah deklarasi bersama antara Walikota Surakarta
dengan para ulama dan tokoh umat Islam
Deklarasi
tersebut antara lain yaitu menjunjung tinggi budaya malu terhadap segala
bentuk penyimpangan, baik moral, sosial, maupun hukum serta menolak segala
bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat, khususnya dalam menjalankan
tugas kepemimpinan dan tanggung jawab publik
Selain
Walikota Surakarta, acara ini juga diisi oleh keynote speech dari Menteri Agama
RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang pada kesempatan ini diwakili oleh
Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. (Dirjen Bimas Islam Kemenag RI).
Sebagai
penutup, Habib Jamal bin Abdul Qodir Assegaf (Imam Besar Masjid Jami’ Assegaf
Surakarta) memimpin doa kebangsaan. Dalam doanya, dirinya memohon agar bangsa
Indonesia senantiasa dijaga dari segala bentuk perpecahan, diberi keberkahan
dalam kepemimpinan, serta dikaruniai masyarakat yang damai dan sejahtera. (TA)
Your email address will not be published. Required fields are marked *