Curabitur
Surakartaraya.com- Komando Resor Militer (Korem) 074/Warastratama mulai melakukan upaya hemat energi dengan memanfaatkan energi terbarukan.
Salah satunya
melalui pemasangan panel surya di area perkantoran. Untuk tahap awal,
pemasangan dilakukan di dua titik bangunan kantor.
Komandan Korem
(Danrem) 074/Warastratama, Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, mengatakan
pemasangan panel surya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi
infrastruktur kelistrikan di lingkungan kantor.
“Kami baru
pasang panel surya baru dua titik. Karena setiap bangunan kantor di sini
itu satu bangunan satu meteran. Jadi setiap bangunan harus dipasang
masing-masing,” ujar Yudistira, Rabu (15/4).
Dia mengatakan
kondisi perkantoran Korem tiap bangunan ada meterannya, maka di tiap bangunan
kita pasang masing-masing. Di sini ada sekitar 12 panel untuk satu bangunan,
menyesuaikan kebutuhan listriknya.
“Jumlah panel
yang dipasang sangat bergantung pada tingkat konsumsi listrik tiap gedung.
Sebagai contoh, bangunan dengan konsumsi sekitar 54 KWh membutuhkan sekitar 12
panel untuk dapat mengcover kebutuhan energi tersebut,” paparnya.
Yudistira
menargetkan sepanjang tahun ini akan ada empat titik pemasangan panel surya di
lingkungan Korem 074/Warastratama. Program ini merupakan bagian dari dukungan
terhadap kebijakan pemerintah dalam penggunaan energi terbarukan.
“Tujuannya yang
pertama sesuai program Bapak Presiden, yaitu menggunakan energi terbarukan
sehingga bisa mengurangi beban energi dari sumber konvensional seperti solar di
PLTD atau batubara di PLTU,” terangnya.
Dia menambahkan
penggunaan panel surya juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi anggaran
operasional, khususnya dalam pembayaran listrik.
“Harapan kami
ini bisa efisiensi anggaran. Misalnya selama ini banyak menggunakan listrik
PLN, dengan adanya panel surya ini bisa menekan biaya. Anggaran yang dihemat
bisa dialihkan untuk hal yang lebih bermanfaat,” katanya.
Ia menyebut,
potensi penghematan listrik dari penggunaan panel surya bisa mencapai 30 hingga
70 persen.
Sebagai
gambaran, suatu bangunan kantor yang sebelumnya mengeluarkan biaya listrik
sekitar Rp3 juta per bulan, dapat ditekan menjadi sekitar Rp1 juta hingga Rp2
juta per bulan.
“Ini baru satu
kantor. Bayangkan kalau diterapkan di banyak kantor pemerintah, tentu
efisiensinya sangat besar. Program ini juga akan diperluas hingga ke jajaran
Kodim di wilayah Solo Raya,” pungkasnya. (IM)
Your email address will not be published. Required fields are marked *