Curabitur
Surakartaraya.com- Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin merespon terkait adanya konflik internal di tubuh Nahdlatul Ulama (NU).
Melalui rapat
internal secara online dihasilkan empat kesimpulan terkait dinamika yang sedang
terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Hasil rapat
meminta agar polemik yang terjadi di PBNU diselesaikan melalui mekanisme
internal,” ujar Ma’ruf Amin, Selasa (9/12).
Ia mengatakan
forum menegaskan bahwa persoalan ini hendaknya diselesaikan melalui mekanisme
internal NU, tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal.
Ma'ruf menyebut
empat kesimpulan dalam rapat yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng,
Jombang, Jawa Timur tersebut.
Pertama, Forum
Sesepuh berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil
Staquf tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART.
Kedua, Forum
Sesepuh NU juga melihat adanya informasi terjadinya pelanggaran atau kekeliruan
serius dalam pengambilan keputusan oleh Gus Yahya, yang perlu diklarifikasi
melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh.
“Ketiga forum
merekomendasikan agar Rapat Pleno untuk menetapkan PJ tidak diselenggarakan
sebelum seluruh prosedur dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan
organisasi,” kata dia.
Ia mengatakan
Forum Sesepuh dan Mustasyar NU mengajak seluruh pihak untuk menahan diri.
Sementara itu,
Gus Yahya sendiri juga menegaskan bahwa posisinya hingga kini masih menjabat
sebagai Ketua Umum PBNU.
Menurutnya,
hasil Muktamar ke-34 pada 2021 yang menetapkan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU
tidak dapat diubah kecuali melalui Muktamar selanjutnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *