Hasil Rapat Sesepuh NU, Ma'ruf Amin Tegaskan Pemakzulan Tak Sesuai AD/ART

- 09 Desember 2025 | 11:23
IMG
Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin. (Dok.Surakartarayam.com)

Surakartaraya.com- Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin merespon terkait adanya konflik internal di tubuh Nahdlatul Ulama (NU).

Melalui rapat internal secara online dihasilkan empat kesimpulan terkait dinamika yang sedang terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Hasil rapat meminta agar polemik yang terjadi di PBNU diselesaikan melalui mekanisme internal,” ujar Ma’ruf Amin, Selasa (9/12).

Ia mengatakan forum menegaskan bahwa persoalan ini hendaknya diselesaikan melalui mekanisme internal NU, tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal. 

Ma'ruf menyebut empat kesimpulan dalam rapat yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur tersebut.

Pertama, Forum Sesepuh berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART.

Kedua, Forum Sesepuh NU juga melihat adanya informasi terjadinya pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Gus Yahya, yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh.

“Ketiga forum merekomendasikan agar Rapat Pleno untuk menetapkan PJ tidak diselenggarakan sebelum seluruh prosedur dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan organisasi,” kata dia.

Ia mengatakan Forum Sesepuh dan Mustasyar NU mengajak seluruh pihak untuk menahan diri. 

Sementara itu, Gus Yahya sendiri juga menegaskan bahwa posisinya hingga kini masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Menurutnya, hasil Muktamar ke-34 pada 2021 yang menetapkan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU tidak dapat diubah kecuali melalui Muktamar selanjutnya. (IM).